Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Misteri Suara Ban Meletus di Jalur Tengkorak Jatibedug, Wonogiri: Pertanda Kecelakaan?

Iwan Adi Luhung • Sabtu, 5 Oktober 2024 | 00:40 WIB
Jalur tengkorak di Jalan Raya Wonogiri-Ngadirojo, tepatnya di Dusun Jatibedug, Desa Purworejo, Kecamatan Wonogiri Kota.
Jalur tengkorak di Jalan Raya Wonogiri-Ngadirojo, tepatnya di Dusun Jatibedug, Desa Purworejo, Kecamatan Wonogiri Kota.

RADARSOLO.COM-Beberapa ruas jalan di Kabupaten Wonogiri dikenal sebagai jalur tengkorak, yakni lokasi rawan kecelakaan lalu lintas.

Salah satu jalur tengkorak berada di Jalan Raya Wonogiri-Ngadirojo, tepatnya di Dusun Jatibedug, Desa Purworejo, Kecamatan Wonogiri Kota.

Warga sekitar percaya bahwa suara ban meletus sering terdengar sebelum terjadinya kecelakaan di lokasi setempat.

Kepala Desa Purworejo Hartono membenarkan cerita yang beredar di kalangan warga tentang suara misterius tersebut.

"Informasinya memang ada warga yang mendengar suara ban meletus sebelum kecelakaan terjadi," ujarnya, Jumat (4/10/2024).

Mitos yang berkembang di masyarakat ini menyebutkan bahwa setelah suara ban meletus terdengar, biasanya kecelakaan akan terjadi.

Entah beberapa menit kemudian, beberapa jam, atau bahkan keesokan harinya.

Meskipun demikian, tidak ada yang bisa memastikan sejak kapan mitos ini mulai dipercaya oleh warga.

"Yang mendengar biasanya warga sekitar sini. Kalau terdengar suara itu, bisa jadi tanda akan ada kecelakaan," tambah Hartono.

Terpisah, Kasi Humas Polres Wonogiri AKP Anom Prabowo mengakui bahwa Jalan Raya Wonogiri-Ngadirojo di Dusun Jatibedug merupakan salah satu titik rawan kecelakaan.

Penyebab utamanya adalah kondisi jalan yang lurus dan lebar, sehingga menurunkan kewaspadaan pengendara.

"Di Jatibedug itu memang rawan. Jalurnya yang lurus bisa membuat pengendara lengah dan menurunkan konsentrasi," ujar AKP Anom Prabowo.

Baca Juga: Minim Pengajuan, Pemkab Boyolali Perpanjang Batas Waktu Pengajuan Bankeudes 2024

Dia menjelaskan, jalanan yang lebar dan tidak memiliki banyak tikungan sering kali membuat pengendara terlena dan mengurangi kewaspadaan.

Faktor inilah yang sering kali memicu terjadinya kecelakaan di lokasi tersebut.

Untuk mencegah kecelakaan, Anom mengimbau agar pengendara selalu menjaga konsentrasi dan kewaspadaan.

Terutama ketika melintasi jalur-jalur lurus seperti di Jatibedug.

Selain itu, dia juga mengingatkan agar perlengkapan berkendara, seperti helm, jaket, dan sepatu, selalu digunakan untuk meminimalisir risiko cedera saat terjadi kecelakaan.

"Jangan lupa untuk selalu menjaga konsentrasi dan kewaspadaan. Lengkapi juga perlengkapan keselamatan berkendara," pungkasnya.

Meski suara ban meletus yang menjadi tanda mistis ini masih sebatas cerita di kalangan warga, penting bagi setiap pengendara untuk tetap waspada saat melintasi jalur rawan seperti Jatibedug.

Keamanan di jalan bukan hanya bergantung pada kondisi jalan, tetapi juga pada perilaku dan kewaspadaan pengendara itu sendiri. (al/wa)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#rawan kecelakaan #purworejo #jalur tengkorak #jatibedug #wonogiri