RADARSOLO.COM - Ada ragam cara anak muda Kota Bengawan menyambut kedatangan Joko Widodo pulang kampung usai purnatugas sebagai presiden ke-7 Republik Indonesia. Cara mereka pun sangat kreatif.
Di tengah riuhnya lalu lintas di Jalan Slamet Riyadi, Solo, sebuah mural raksasa menarik perhatian banyak orang. Terlukis dengan penuh warna di rolling door salah satu toko dekat simpang empat Novotel.
Mural ini mengabadikan pencapaian era Presiden Joko Widodo satu decade memimpin Indonesia. Dari proyek infrastruktur hingga inovasi digital, mural ini menjadi wujud apresiasi masyarakat Kota Bengawan terhadap mantan penguasa Indonesia ini.
Zidan Khadafi, inisiator mural, dengan senyum bangga bercerita tentang proses pembuatan karya ini. Bersama komunitas Street Art Solo, mereka menggagas ide mural dadakan ini ketika mendapat kabar bahwa Jokowi akan pulang kampung.
"Ide ini muncul Kamis (17/10), saat kami tahu beliau akan pulang ke Solo. Dari situ, kami segera mencari lokasi untuk membuat mural ini," ujar Zidan saat ditemui di lokasi.
Setelah mendapatkan izin dari pemilik toko, Zidan dan lima rekannya langsung bergerak cepat. "Kami tunjukkan sketsanya kepada pemilik toko, dan ternyata dia suka. Jumat malam, begitu toko tutup, kami langsung mulai eksekusi," katanya.
Mural dengan ukuran tinggi 25 meter dan panjang 10 meter itu mengabadikan beberapa capaian besar era Jokowi. Mulai dari pembangunan ruas tol, proyek hilirisasi tambang Freeport, hingga proyek kereta cepat Whoosh dan Ibu Kota Nusantara (IKN). Di antara gambar-gambar tersebut, wajah Jokowi turut menghiasi mural, ditemani tulisan "Visi Aksi Jokowi."
Mural ini bukan hanya sekadar karya seni. Bagi Zidan dan teman-temannya, mural tersebut adalah bentuk apresiasi dan rasa terima kasih kepada Jokowi.
"Selama 10 tahun terakhir, banyak teman-teman saya yang merasa terbantu dengan program-program Pak Jokowi, baik dari segi usaha maupun kegiatan sosial. Kami merasa terwadahi, dan ini cara kami untuk menyampaikan rasa terima kasih," ujar Zidan.
Proses pengerjaan mural ini membutuhkan waktu sekitar 10 jam, dan Zidan memilih menggunakan cat semprot atau pilox agar pekerjaan bisa diselesaikan lebih cepat.
"Kalau pakai cat tembok dan kuas, mungkin butuh waktu lebih lama. Jadi kami pakai pilox biar lebih praktis, walaupun detailnya tidak sehalus cat tembok," tambahnya.
Selama pengerjaan, Zidan dan kawan-kawannya sempat dihadang oleh hujan. Namun, hal tersebut tidak mengurangi semangat mereka.
"Awalnya hujan sempat turun, tapi syukurnya tidak deras dan tidak lama. Setelah itu, semuanya lancar," ungkap Zidan dengan rasa lega.
Meski belum tahu apakah Jokowi akan melihat langsung mural tersebut, Zidan berharap karyanya dapat memberikan kesan tersendiri bagi masyarakat Solo dan juga Presiden Jokowi.
"Saya tidak tahu apakah Pak Jokowi akan melihatnya, tapi semoga saat beliau jalan-jalan di Solo, beliau bisa melihat karya kami ini," ujarnya. (atn/bun)
Editor : Kabun Triyatno