Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Gamelan Bertemu Saksofon, Inovasi Mahasiswa Seni Karawitan ISI Solo Hana Loka dalam Kampanye Anti Kekerasan Seksual

Fauziah Akmal • Jumat, 25 Oktober 2024 | 04:10 WIB
Hana Loka memainkan gamelan. (Ist)
Hana Loka memainkan gamelan. (Ist)

RADARSOLO.COM - Di tengah gempuran musik pop dan K-Pop yang merajai hati anak muda, Hana Loka Kusuma Prameswari, berhasil membawa gamelan keluar dari bayang-bayang kuno.

Melalui program Gardakara (Gerakan Anak Muda Anti Kekerasan Seksual), Hana menggunakan gamelan sebagai alat kampanye untuk mengedukasi generasi Z tentang bahaya kekerasan seksual.

Suasana  di Sanggar Wilis Prabowo, Wonogiri, yang dikelola keluarga Hana, selalu ramai setiap bulan. Anak-anak muda dari berbagai kecamatan berkumpul di sana, bukan hanya untuk belajar tentang bahaya kekerasan seksual, tetapi juga untuk memainkan gamelan.

Dengan semangat, Hana dan timnya menciptakan komposisi musik dari gamelan yang diiringi pesan-pesan kampanye.

"Kami mencoba menyampaikan materi kampanye lewat musik yang lebih bisa diterima anak-anak muda. Gamelan ternyata bisa menjadi media yang efektif," ujar mahasiswa Seni Karawitan Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Solo ini sambil tersenyum saat menunjukkan proses latihan di sanggar.

Hana, yang juga dinobatkan sebagai Duta Genre Berbakat Jawa Tengah 2023, tak berhenti hanya di Wonogiri. Dia memanfaatkan media sosial seperti Instagram dan YouTube untuk menjangkau lebih banyak remaja, terutama mereka yang tak memiliki akses ke gamelan.

Baginya, stigma gamelan sebagai musik kuno harus diubah. Salah satu langkahnya adalah dengan melakukan kolaborasi gamelan dengan alat musik modern, seperti saksofon.

"Ketika gamelan dikolaborasikan dengan saksofon, banyak anak muda yang terkejut. Awalnya, mereka merasa aneh, tapi setelah mendengarnya, mereka bisa menikmatinya," ungkap Hana.

Ke depan Hana ingin mengkampanyekan program ini melalui wayang. Sesuai bakatnya, Hana saat ini sudah piawai mendalang. Darah seniman dalam dirinya mengalir deras dari kedua orang tuanya.

Ayahnya, Widodo Wilis juga merupakan alumnus ISI Solo saat ini berprofesi sebagai dalang. Sementara sang ibunda, Giyanti yang juga satu almamater dengan ayahnya juga berprofesi sebagai penari dan pesinden. Tak ketinggalan, kakak semata wayangnya juga dosen seni karawitan di ISI Solo.

Baca Juga: Begini Bocoran Tampilan Xiaomi 15 Ultra, Punya Kamera 200 MP dan Snapdragon 8 Elite

Tidak hanya di tingkat lokal, Hana juga membawa gamelan ke panggung internasional. Dalam ASEAN Global Youth Learning Exchange and Excursion pada Juni 2024, Hana memperkenalkan budaya Jawa kepada 43 pemuda ASEAN, di mana lagu tradisional seperti Gundul-Gundul Pacul berhasil memukau peserta dari berbagai negara. (*/bun)

 

 

Editor : Kabun Triyatno
#ISI Solo #Hana Loka Kusuma Prameswari #gamelan #generasi Z