Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Upaya Asosiasi Pawon Rempah Solo Perluas Pasar Rempah: Perdayakan Petani Lokal, Pasok Produk ke Retail Besar

Maulida Afifa Tri Fahyani • Rabu, 30 Oktober 2024 | 02:34 WIB
Wakil Ketua Asosiasi Pawon Rempah Solo Suwandi (Maulida Afifa/Radar Solo)
Wakil Ketua Asosiasi Pawon Rempah Solo Suwandi (Maulida Afifa/Radar Solo)

RADARSOLO.COM - Apa yang dilakukan pelaku usaha yang tergabung dalam Asosiasi Pawon Rempah Solo ini bisa menjadi contoh dalam pengembangan bisnis rempah. Mereka bersama-sama mengusung potensi rempah menjadi produk unggul berdaya jual. Bahkan, menjadi pemasok resmi ke retail modern berbagai kota.

Rempah merupakan potensi unggulan yang tersebar di berbagai wilayah, termasuk Solo Raya. Berbagai jenis rempah tumbuh subur dan dapat diolah sebagai peluang bisnis masyarakat. 

Asosiasi Pawon Rempah Solo (Pareso) pun berupaya mengangkat ini agar lebih dikenal lebih luas. Salah satunya mendistribusikan berbagai produk rempah asal Solo ke berbagai retail modern di kota-kota seluruh Indonesia.

"Asosiasi kami beranggotakan hampir 100 pelaku usaha, yang di dalamnya adalah memproduksi semua produk berbahan dasar rempah-rempah atau produk yang berbahan campuran tambahan rempah," kata Wakil Ketua Pasero Suwandi.

Terbentuk sejak 2021, Pasero menjadi wadah pelaku usaha rempah mengembangkan bisnis mereka. Bahkan asosiasi ini juga telah memiliki dua rumah produksi bersama. Berlokasi di Sambeng, Banjarsari dan Solo Baru.

Pareso juga kerap melakukan pameran. Salah satunya berpartisipasi dalam Festival UMKM X Peparnas yang berlangsung di Stadion Manahan, pada 6-14 Oktober lalu.

"Pareso adalah satu-satunya asosiasi rempah yang dipilih oleh Wali Kota Gibran untuk mendapatkan bantuan alat produksi dari hibah UEA. Alat ini biasa kami pakai untuk memproduksi rempah sesuai bisnis kami masing-masing," jelas Suwandi.

Pareso menjadi komunitas yang beranggotakan para UMKM yang bergerak di basis rempah, untuk diolah menjadi jamu, jajanan, obat, bahkan alat kecantikan. Komunitas ini terbentuk karena visi misi yang sama. Yakni mengenalkan rempah-rempah, khususnya ke kalangan generasi muda.

Diketahui munculnya produk minuman dan makanan kekinian cukup menggeser eksistensi jajanan berbasis rempah. Sehingga jarang dinikmati masyarakat.

"Padahal rempah-rempah ini mengandung kesehatan alami, yang sangat bermanfaat bagi tubuh. Ini yang ingin kami semakin kenalkan ke masyarakat, bahwa nenek moyang sudah menemukan macam rempah sebagai kekayaan kita," ujar Suwandi.

Salah satu upayanya ialah mendorong digitalisasi produk masing-masing pelaku usaha. Dengan memasarkan lewat sosial media. Pareso dan produknya kian dikenal masyarakat.

Bahkan, tak sedikit anggota Pareso yang telah menjadi supplier resmi untuk retail-retail besar berbagai kota. Selain itu, mayoritas anggota juga telah mengantongi legalitas usaha.

"Produk-produk kami juga sudah masuk berbagai ke toko oleh-oleh Solo. Kami juga sering mengadakan pameran, dan menjadi binaan pemkot ataupun bank," jelas Suwandi

Berbagai prosea bisnis yang dilakukan para anggota Pasero juga menjadi upaya pemberdayaan petani lokal. Sebab rata-rata bahan dipasok dari wilayah lokal, seperti Temanggung, Sukoharjo, dan Wonogiri.

Ke depan, Pasero juga tengah mengembangkan bisnis inisiatif bersama. Yakni membentum cafe kekinian yang berbasis produk rempah.

"Kami ingin membuat mini kafe sesuai tren anak jaman sekarang, tapi menu-menunya berbahan rempah yang kami buat sebagai minuman kekinian," tukas Suwandi. (ul/bun)

Editor : Kabun Triyatno
#rempah #retail #umkm