Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Perjuangan Nafara Putri Salsabila Harumkan Jawa Tengah: Enam Bulan Fokus Latihan Taekwondo Diantar Mobil Ambulans

Angga Purenda • Rabu, 13 November 2024 | 03:32 WIB
Nafara Putri Salsabila punya tekad kuat. (Angga Purenda/Radar Solo)
Nafara Putri Salsabila punya tekad kuat. (Angga Purenda/Radar Solo)

RADARSOLO.COM - Nafara Putri Salsabilla tak pernah menyangka bahwa keterbatasan fisik di tangan kanannya sejak kecil justru membawanya menjadi atlet para taekwondo yang berprestasi di tingkat nasional. Butuh perjuangan panjang mencapai titik ini.

Di bawah langit mendung Desa Troso, Kecamatan Karanganom, seorang remaja berusia 18 tahun sedang berlatih dengan penuh semangat.

Atlet asal Kota Bersinar ini baru saja mempersembahkan medali perak bagi Jawa Tengah di ajang Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) XVII di Solo Oktober lalu.

Di balik senyum manisnya, tersimpan kisah perjuangan panjang yang tak mudah. Bermula dari olahraga para badminton pada 2020, Sasa—panggilan akrab Nafara Putri Salsabila—kemudian mencoba peruntungan di cabang para atletik sebelum akhirnya menemukan panggilannya di para taekwondo.

"Awalnya, saya hanya ingin mencoba sesuatu yang baru, tetapi ternyata di sini saya menemukan kepercayaan diri," ujarnya.

Sorak-sorai pendukung masih terngiang di telinga Sasa saat bertanding di final kelas under 42 Kg K44 melawan atlet asal Riau. Meski harus mengakui keunggulan lawannya, medali perak yang diraihnya menjadi bukti dedikasi dan kerja kerasnya selama berbulan-bulan berlatih.

“Bagi saya, ini bukan sekadar medali. Ini adalah bukti bahwa dengan tekad yang kuat, keterbatasan bisa dilampaui,” tutur Sasa dengan mata berbinar.

Selama enam bulan sebelum Peparnas, Sasa harus rela berpisah dari orang tuanya dan berlatih keras di Solo. Setiap minggu, dia menempuh perjalanan bolak-balik Klaten-Solo menggunakan mobil ambulans yang disediakan oleh Inklusi Center Kecamatan Karanganom-Bhakti Negeri (ICKK-BN).

“Terkadang, saya harus absen dari sekolah karena jadwal latihan yang padat. Tapi, semua itu sepadan dengan hasil yang saya dapatkan,” katanya.

Di balik keberhasilan Sasa, ada dukungan penuh dari orang tuanya serta motivasi dari Ketua National Paralympic Committee (NPC) Kabupaten Klaten Sri Mulyo.

“Sasa awalnya pendiam, tapi dengan pendekatan yang tepat, dia mulai bersemangat berlatih meski harus berbenturan dengan jadwal sekolah,” ungkap Sri Mulyo.

Kini, setelah lulus dari SMK Muhammadiyah Jatinom, Sasa berencana melanjutkan pendidikan di Fakultas Keolahragaan Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo. Namun, cita-citanya untuk terus berprestasi di dunia olahraga tidak pernah pudar.

“Saya ingin menunjukkan kepada teman-teman disabilitas lainnya bahwa kita bisa berprestasi. Jangan pernah menyerah,” pesan Sasa. (*/bun)

Editor : Kabun Triyatno
#ambulans #medali perak #peparnas #taekwondo