Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Kisah Tukang Sate dan Makam Kaman Hindu di Kelurahan Siswodipuran Boyolali, Begini Ceritanya

Ragil Listiyo • Sabtu, 7 Desember 2024 | 02:55 WIB
Gapura di kompleks makam Kaman Hindu, Kelurahan Siswodipuran, Kecamatan/Kabupaten Boyolali.
Gapura di kompleks makam Kaman Hindu, Kelurahan Siswodipuran, Kecamatan/Kabupaten Boyolali.

RADARSOLO.COM-Di barat tugu batas kota, tepatnya di Kelurahan Siswodipuran, Kecamatan /Kabupaten Boyolali terdapat sebuah pemakaman kuno. Dikenal dengan nama Kaman Hindu.

Pemakaman ini telah menjadi bagian dari cerita urban yang cukup terkenal di kalangan warga setempat.

Konon, di sekitar pemakaman sering muncul penampakan seorang perempuan Jawa.

Pengguna jalan yang melewati daerah tersebut juga sering menceritakan pengalaman mistis. Mulai dari kebingungan, hingga menganggapnya sebagai sebuah perkampungan.

Dari luar, pemakaman yang disebut Kaman Hindu ini terlihat biasa saja. Dipenuhi rumput liar.

Namun, saat memasuki area dalam makam, terdapat beberapa nisan yang tampaknya sudah  berusia ratusan tahun.

Saat warga melakukan pembersihan pada bulan ruwah, terlihat puluhan gundukan tanah yang diduga muncul di malam hari.

Supriyadi, 53, warga Kampung Ngrancah, Siswodipuran menuturkan, Kaman Hindu adalah makam tertua di kelurahan tersebut.

"Kami tahu ini dari buyut kami, Mbah Rebi, yang pernah memindahkan beberapa makam. Katanya itu makam mbah buyutnya Mbah Rebi," ungkap Supriyadi, Jumat (6/12/2024).

Meskipun tampak biasa, pemakaman ini banyak menyimpan cerita misterius.

Salah satu kejadian yang paling diingat melibatkan tukang sate keliling sekitar 10 tahun lalu.

Terjadi di dekat rumah Supriyadi yang berada di seberang makam.

Baca Juga: Balai Kota Solo Kemasukan Maling, Uang Puluhan Juta di Kantor Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak Raib

"Tukang sate itu teriak-teriak tengah malam. Ternyata, gerobak dan si tukang sate tiba-tiba masuk ke kompleks makam. Padahal, gerobaknya kan susah masuk ke area itu," ungkapnya.

Saat ditanya lebih lanjut, pedagang sate tersebut mengaku dipanggil oleh seorang perempuan yang hendak membeli sate.

Anehnya, si tukang sate melihat sebuah rumah di sekitar makam.

Namun, setelah selesai membakar sate, pedagang itu baru sadar jika dia berada di tengah makam.

Cerita tentang perempuan Jawa juga dialami oleh pengendara sepeda motor yang melintas pada malam hari.

Seorang perempuan berdiri di depan makam dan meminta tolong untuk diantar ke Ngebong, Kampung Koplak, Siswodipuran.

Bagian dalam kompleks makam Kaman Hindu yang dipenuhi rerumputan.
Bagian dalam kompleks makam Kaman Hindu yang dipenuhi rerumputan.

Setelah pengendara sepeda motor tersebut bersedia mengantar, perempuan itu tiba-tiba menghilang tanpa jejak.

"Terkadang, pengendara merasa kebingungan karena jalan yang mereka anggap buntu ternyata berlanjut. Bahkan, ada yang mengaku sempat melihat jalan di barat makam yang tidak berujung," tambah Supriyadi.

Selain cerita mistis, terdapat pula pantangan yang dihindari masyarakat sekitar.

Salah satunya menghindari mengadakan hajatan pada hari pasaran Pahing karena dipercaya tidak membawa keberkahan.

Selain itu, warga juga tidak berani membakar singkok  di malam hari, karena diyakini bisa membawa masalah.

"Hajatan di hari Pahing harus dimajukan atau dimundurkan. Kalau tidak, nanti bisa berdampak buruk. Begitu juga dengan larangan membakar singkong di malam hari," tandasnya. (rgl/wa)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#Boyolali #kaman hindu #makam #Kelurahan Siswodipuran #misterius