RADARSOLO.COM - Jamu bukan lagi sekadar minuman orang tua. Berkat inovasi Anna Kusumaningtyas, minuman rempah kini dikemas lebih modern dan menarik bagi anak muda. Berawal dari pesanan hampers, Anna kini sukses mengembangkan bisnis minuman rempah yang tak hanya lezat, tetapi juga sehat.
Anna, warga Mojosongo, Jebres, awalnya tak menyangka bahwa ide sederhananya akan berkembang pesat. Apalagi ide itu muncul mengalir begitu saja.
“Awalnya saya hanya memenuhi pesanan hampers dengan berbagai varian teh. Tapi kemudian terpikir untuk mencoba minuman tradisional berbasis rempah,” ujarnya.
Bahan-bahan yang digunakan cukup mudah ditemukan di pasar tradisional, meski ada beberapa yang harus didatangkan dari luar kota. Namun, meracik rempah bukan perkara mudah. Anna butuh enam bulan bereksperimen untuk menemukan komposisi yang pas.
“Saya harus uji coba berkali-kali, berapa gram jahe yang pas, seberapa banyak gula aren, dan seberapa kuat rasa jeruknya. Baru April 2022 saya menemukan formula yang tepat, dan mulai jualan dalam bentuk kering untuk hampers,” katanya.
Tak puas dengan satu jenis produk, Anna terus berinovasi. Dari bentuk cacahan, ia mengembangkan minuman dalam bentuk teh celup, lalu menghadirkan versi siap minum dalam botol.
“Banyak pelanggan memberikan masukan. Ada yang ingin minuman lebih praktis seperti teh celup, ada juga yang ingin dalam kemasan botol agar bisa langsung diminum. Saya coba wujudkan, dan ternyata responsnya luar biasa,” tuturnya.
Kini, ia bahkan berencana mengembangkan varian dalam bentuk sirup rempah agar lebih fleksibel dinikmati kapan saja. Untuk menarik perhatian anak muda, Anna juga memberi nama unik pada produknya, seperti Jaguar (jahe merah gula aren), Raimon (serai jahe lemon), dan Monjake (lemon jahe kencur). Ada juga Teh Serai Jahe (TSJ), Kopi Adinata, Wedang Uwuh, serta Rosela.
“Nama-nama ini sengaja saya buat unik agar anak muda penasaran, lalu mencoba dan akhirnya menyukai minuman rempah. Ini warisan nenek moyang kita, bahkan dulu Belanda datang ke Indonesia karena rempah,” jelasnya.
Kini, produk rempah Anna tak hanya dijual dalam bentuk hampers, tetapi juga dalam kemasan satuan dan telah menembus pasar di berbagai kota di Indonesia, mulai dari Medan, Manado, Palembang, Bandung, hingga Jakarta. Beberapa produknya bahkan tersedia di toko oleh-oleh di Solo dan Karanganyar.
Pelanggan teh celup dan simplisia cacah umumnya berasal dari usia 30 tahun ke atas, sedangkan produk siap minum lebih digemari anak muda karena kesegarannya.
Dengan modal awal lebih dari Rp 5 juta, bisnis ini kini berkembang pesat. Namun, Anna masih punya mimpi besar.
“Saya ingin membuka gerai sendiri, seperti coffee shop, tapi khusus minuman rempah. Jadi kalau anak muda nongkrong, mereka minumnya rempah-rempah. Itu salah satu impian saya,” ujarnya. (atn/bun)
Editor : Kabun Triyatno