Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Aiptu Heru Handoko: Mengabdi di Kepolisian, Berdakwah di Masyarakat

Antonius Christian • Senin, 10 Maret 2025 | 02:59 WIB
Aiptu Heru Handoko membimbing anak-anak mengaji di musalah wilayah Jebres. (A Christian/Radar Solo)
Aiptu Heru Handoko membimbing anak-anak mengaji di musalah wilayah Jebres. (A Christian/Radar Solo)

 

RADARSOLO.COM - Selain menjalankan tugas sebagai bhabinkamtibmas di Kelurahan Kepatihan Kulon, Aiptu Heru Handoko ini juga mengabdikan diri sebagai guru mengaji bagi anak-anak.

Sore itu, pukul 15.00, Aiptu Heru baru saja tiba di Musala Miftahul Jannah, yang terletak di markas Polsek Jebres. Masih mengenakan seragam dinasnya, dia langsung berwudhu dan masuk ke dalam musala. Tak berselang lama, satu per satu anak-anak mulai berdatangan. Mereka adalah murid-muridnya yang rutin belajar mengaji bersama.

Selama dua jam, Aiptu Heru membimbing anak-anak membaca Alquran  dengan sabar. Setelah selesai, mereka pulang ke rumah masing-masing untuk bersiap berbuka puasa.

Saat berbincang dengan media ini, Aiptu Heru mengungkapkan bahwa kegiatan mengajar mengaji ini berawal dari Program Polri Sahabat Anak.

"Kegiatan ini bertujuan untuk mengisi waktu anak-anak dengan pendidikan moral dan agama. Selain itu, juga sebagai upaya mencegah kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak di wilayah ini," tuturnya.

Sebagai anggota Bhayangkara, menurutnya, polisi tak hanya harus profesional dalam menjalankan tugas, tetapi juga mampu mengayomi dan melayani masyarakat. Salah satunya dengan mengajar mengaji bagi anak-anak di lingkungan sekitar.

Menariknya, Aiptu Heru selalu mengenakan seragam dinas saat mengajar. Hal ini bukan tanpa alasan.

"Saya ingin anak-anak tidak takut pada polisi. Justru polisi itu ada untuk melindungi, melayani, dan mengayomi masyarakat," jelasnya.

Respons anak-anak pun sangat positif. Mereka lebih semangat belajar mengaji sembari menunggu waktu salat Isya dan Tarawih. Dalam setiap pertemuan, ia biasanya membimbing 10 hingga 15 anak.

Tak hanya mengajarkan ilmu agama, ia juga menyelipkan pesan-pesan tentang bahaya kejahatan, seperti penculikan dan pelecehan seksual.

"Saya selalu mengingatkan mereka untuk waspada terhadap modus-modus kejahatan. Misalnya, jika ada orang asing yang mencurigakan, jangan mudah percaya. Jika merasa terancam, segera berteriak atau lari mencari bantuan," paparnya.

Aiptu Heru berharap semakin banyak anak yang bisa ia bimbing dalam belajar mengaji. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini ia lakukan secara sukarela, tanpa memungut biaya.

"Ini murni untuk ladang pahala saya. Tidak ada niatan lain. Saya hanya ingin membantu anak-anak mendapatkan pendidikan agama sejak dini," ujarnya. (atn/bun)

 

Editor : Kabun Triyatno
#dakwah #mengaji #anak-anak #Bhabinkamtibmas