RADARSOLO.COM – Dusun Sidotopo, Desa Cabeankunti, Kecamatan Cepogo, Boyolali dikenal sebagai kawasan yang masih memegang teguh adat dan kepercayaan turun-temurun.
Keangkeran dan aura mistis di dusun ini bahkan melekat pada kayu-kayu yang berasal dari sana.
Konon, kayu bekas bangunan rumah di dusun ini tidak boleh dibawa keluar, baik untuk dijual maupun diberikan kepada orang lain.
Warga percaya bahwa kayu-kayu tersebut memiliki aura panas yang bisa membawa kejadian ganjil jika dipindahkan ke luar dusun.
Asal-usul Nama Sidotopo dan Ritual Jangkrik Ngentir
Nama Dusun Sidotopo diambil dari sebuah pertapaan kuno yang masih lestari hingga sekarang.
Selain mempertahankan warisan budaya, warga setempat juga menjaga ritual-ritual adat, termasuk tarian ruwat Jangkrik Ngentir.
Dilansir dari Radar Solo, Menurut sesepuh dusun, Slamet Seno, tarian ini sering dibawakan oleh beberapa penari laki-laki dalam kompleks pertapaan.
"Nama Dusun Sidotopo diambil dari bekas pertapaan kuno yang masih lestari sampai sekarang. Termasuk melestarikan tarian Jangkrik Ngentir," kata Seno.
Seno menuturkan bahwa warga tidak berani membawa kayu dari Sidotopo keluar desa, apalagi menjualnya.
Biasanya, saat melakukan renovasi rumah, warga hanya mengganti pilar atau atap, tetapi kayu bekasnya tidak boleh dibawa keluar desa.
Sebaliknya, kayu-kayu bekas ini dibiarkan tergeletak di halaman rumah. Namun, kini warga mulai mengumpulkannya dan memanfaatkannya untuk membangun gazebo di sekitar pertapaan.
"Biasanya kalau ada renovasi rumah, kayu lama dibiarkan saja. Sekarang sudah dikumpulkan dan dibuat gazebo di pertapaan," imbuhnya.
Seno, yang juga berprofesi sebagai tukang kayu, pernah mengalami pengalaman mistis saat menggunakan sedikit kayu dari Sidotopo dalam pekerjaannya.
Suatu hari, ia mendapat pesanan mebel untuk wadah televisi dari orang luar dusun. Meski bahan dasar kayu berasal dari luar desa, pengunci kayunya menggunakan material dari Sidotopo.
Awalnya, tidak ada yang aneh. Namun, setelah mebel selesai dan dikirim ke pemesan, kejadian ganjil mulai terjadi.
"Tiap malam mebel itu sering bergerak sendiri dan mengeluarkan suara benturan. Kejadian ini berlangsung selama beberapa hari," kenangnya.
Akhirnya, orang yang memesan mebel itu kembali dan mengembalikannya karena tidak tahan dengan kejadian mistis yang terus terjadi.
"Akhirnya saya ganti kayunya dengan yang dari luar dusun. Setelah itu, tidak ada kejadian aneh lagi," tutur Seno.
Keanehan lain yang diyakini warga adalah aura panas yang keluar dari kayu Sidotopo.
Banyak yang percaya bahwa menyimpan kayu dari dusun ini bisa membuat orang lebih mudah tersulut emosinya.
"Karena itu warga di sini tidak berani membawa kayu keluar dusun. Warga dari luar juga sudah tahu dan mereka pun tidak berani mengambil kayu dari sini," ungkap Seno.
Mitos ini terus dijaga oleh warga setempat dan menjadi bagian dari tradisi serta kepercayaan yang masih kuat di Dusun Sidotopo.
Editor : Damianus Bram