Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Dari Dapur Rumah ke Pabrik BPOM, Perjalanan Pasutri Marcel-Eprilia asal Solo Bangkit dari Keterpurukan

Maulida Afifa Tri Fahyani • Jumat, 21 Maret 2025 | 03:23 WIB
Marcel dan Eprilia tak pantang menyerah dalam memulai usaha. (M Ihsan/Radar Solo)
Marcel dan Eprilia tak pantang menyerah dalam memulai usaha. (M Ihsan/Radar Solo)

RADARSOLO.COM - Sepasang suami istri, Marcel Radiktya dan Eprilia, bangkit dari keterpurukan ekonomi dengan mengembangkan produk kecantikan. Bermula dari dapur rumah, kini mereka sukses memiliki pabrik berstandar BPOM dengan ribuan produk terjual setiap bulan.

Di balik setiap kesulitan, selalu ada jalan menuju kemudahan. Ungkapan ini begitu nyata dalam perjalanan hidup Marcel Radiktya dan sang istri, Eprilia. Dari keterpurukan finansial hingga membangun bisnis kecantikan yang kini mendulang sukses di Indonesia, kisah mereka adalah bukti bahwa kegagalan bukan akhir dari segalanya.

Beberapa tahun lalu, Marcel mengalami kebangkrutan dalam bisnis kuliner yang ia jalankan. Keadaan ini membuat kondisi keuangan keluarga mereka terpukul.

"Pada saat itu kami benar-benar sedang terpuruk. Saya bangkrut, dan keuangan keluarga sangat terbatas," kenang Marcel saat berbincang dengan Jawa Pos Radar Solo, Kamis (13/3).

Di tengah keterpurukan, Eprilia tak tinggal diam. Berbekal pengalaman menjalankan usaha lash extension, ia mulai mencari ide baru untuk membantu perekonomian keluarga. Dari sini, lahir gagasan untuk membuat produk waxing berbasis gula.

Bermodalkan alat sederhana di dapur rumah, Eprilia mulai bereksperimen membuat waxing berbasis karamelisasi gula. Awalnya, produk ini hanya digunakan untuk pelanggan setia layanan lash extension miliknya. Namun, setelah masuk ke pasar online pada 2021, produk waxing buatannya mulai dikenal lebih luas.

"Awalnya hanya dijual ke pelanggan tetap istri saya. Tapi setelah dipasarkan secara online, responnya luar biasa. Kami mendapat banyak masukan dari konsumen dan itu membantu kami terus berkembang," jelas Marcel.

Perjalanan bisnis ini tentu tidak berjalan mulus. Salah satu tantangan besar yang mereka hadapi adalah formulasi produk. Ada beberapa konsumen yang mengeluhkan tekstur waxing yang terlalu keras. Tak tinggal diam, Marcel dan Eprilia melakukan riset ulang dan memperbaiki formula agar lebih nyaman digunakan.

Kesuksesan semakin nyata ketika pada tahun 2022, mereka berhasil mengurus legalitas dan mendapatkan sertifikasi BPOM. Bahkan, mereka mampu membangun pabrik produksi sendiri untuk memenuhi permintaan yang terus meningkat.

"Untuk sampai di titik ini, saya hampir kehilangan rumah orang tua karena disita bank. Tapi kami terus berusaha, menata sistem produksi lebih baik, hingga akhirnya bisa memiliki pabrik sendiri dengan standar BPOM," kata Marcel dengan penuh syukur.

Kini, produk kecantikan buatan Marcel dan Eprilia terus berkembang. Mereka telah menghadirkan berbagai varian produk waxing seperti honey sugar wax, vanilla sugar wax, dan peach sugar wax. Selain itu, mereka juga memperluas lini produk dengan meluncurkan deodoran dan serum after-wax.

"Kami selalu berusaha menjaga kualitas. Meski permintaan tinggi, kami tidak ingin mengorbankan standar produk. Semua bahan baku kami ambil dari lokal, bahkan kami bekerja sama dengan petani lemon untuk bahan baku varian pertama kami," ungkap Marcel.

Hasil dari kerja keras mereka mulai terlihat. Saat ini, mereka mampu menjual 5.000 hingga 6.000 unit produk per bulan, dengan jangkauan pemasaran yang sudah merata ke seluruh Indonesia.

Meskipun awalnya tidak memiliki latar belakang di dunia kecantikan, Eprilia tak berhenti belajar. Ia mengikuti berbagai kelas formulasi produk hingga akhirnya mampu mengembangkan berbagai jenis perawatan kulit lainnya.

"Dulu saya nggak tahu apa-apa soal produk kecantikan. Tapi saya terus belajar hingga akhirnya bisa membuat deodoran, serum, sabun, dan skincare lainnya. Bersyukur usaha ini bisa berkembang seperti sekarang," ujarnya.

Kisah Marcel dan Eprilia adalah inspirasi bagi banyak orang yang tengah menghadapi kegagalan. Dari sebuah dapur kecil di rumah mereka, kini bisnis yang mereka rintis telah berkembang menjadi industri kecantikan yang berstandar BPOM. (ul/bun)

 

Editor : Kabun Triyatno
#bpom #produk kecantikan #waxing