Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Budi Santoso, Berawal dari Hobi Pecinta Alam Jadi Ladang Bisnis Menjanjikan di Bidang Adventure

Maulida Afifa Tri Fahyani • Kamis, 10 April 2025 | 00:47 WIB
Budi Santoso (kanan) terus berinovasi mempertahankan bisnis perlengkapan adventure. (Maulida Afifa/Radar Solo)
Budi Santoso (kanan) terus berinovasi mempertahankan bisnis perlengkapan adventure. (Maulida Afifa/Radar Solo)

RADARSOLO.COM - Hobi mendaki gunung merambah menjadi sebuah bisnis yang menjanjikan. Seperti yang dilakoni Budi Santoso, seorang penggiat alam yang kini dikenal sebagai pemilik bisnis perlengkapan adventure salah satu terlengkap di Kota Bengawan.

Kecintaan Budi Santoso terhadap dunia petualangan bermula sejak masa remaja. Berbagai pengalaman mendaki gunung hingga menjadi atlet paralayang pernah dilakoninanya. Membuat ia paham betul tentang kebutuhan para pecinta alam.

Melihat potensi tersebut, Budi pun memutuskan untuk membuka bisnis perlengkapan adventure di Solo pada 2000 silam.

"Ya awalnya memang saya penggiat alam waktu SMA, naik gunung ke Sulawesi, Lombok, sampai ikut arungjeram dan paralayang. Kemudian saya lulus kuliah, sempat kerja di pabrik tekstil dan melihat potensi peralatan adventure itu cukup besar," katanya.

Berawal dari ruko seluas 3x7 meter di Solo, Budi pun memulai usahanya dengan membuka sebuah toko retail. Bisnisnya kian berkembang pesat. Bahkan ia mampu menjajaki kota-kota besar, seperti di Malang, Depok, Tangerang, dan Jakarta. 

"Saat itu, bisnis kami berkembang dengan kekuatan distribusi offline sebagai jaringan toko retail adventure yang sebelumnya memang dikenal," urainya.

Tepat pada 2008, Budi dan tim memutuskan untuk membuat produk perlengkapan outdoor dengan merek sendiri. Untuk menyesuaikan kebutuhan konsumen agar lebih mudah diterima pasar.

"Kami ingin memenuhi keinginan lokal konsumen ya, misalnya Solo kota pengin apa, Solo pengin apa, jadi kami mencoba bikin produk sendiri dengan merintis merk," ujarnya.

Perkembangan bisnis perlengkala adventure milik Budi pun kian terus berlanjut, hingga ia mulai memiliki pabrik kecil. Memproduksi berbagai barang dan peralatan, seperti tas, jaket, dan lainnya.

Namun tak selamanya mulus, tantangan pun hadir. Tepatnya saat pembatasan kegiatan outdoor di masa pandemi 2022.

"Beberapa toko cabang pun terpaksa kami tutup, karena kan ada pembatasan sosial mengurangi aktivitas outdoor. Tapi dari sinilah kami juga menekuni penjualan online, terutama melalui platform e-commerce," terangnya.

Tak ingin terus terpuruk, penjualan secara online terus ia geluti. Hingga produk-produknya mulai kembali diminati masyarakat luas. Bahkan kini online mendominasi penjualan hingga 70 persen.

Budi juga memastikan kualitas produk tetap menjadi prioritas utama. Jaket dan tas yang diproduksi tidak hanya stylish, tetapi juga dirancang khusus untuk kebutuhan pendakian gunung dan petualangan di alam terbuka. 

"Kami ingin memastikan setiap produk yang kami hasilkan benar-benar dapat diandalkan di alam bebas, bahkan kami memberikan garansi seumur hidup jika ada produk yang sobek," jelasnya.

Dalam menekuni bidang fesyen, Budi juga tak memungkiri untuk terus update terhadap tren. Terutama di kalangan generasi muda yang aktif menggunakan media sosial.

“Sekarang tren adventure sudah berbeda, anak-anak muda lebih mementingkan gaya dan konten di media sosial. Kami harus bisa menyesuaikan produk dengan kebutuhan mereka, namun tetap menjaga kualitas dan fungsionalitas,” katanya.

Selain menjalankan bisnisnya, Budi juga tetap melakoni hobi alam tersebut. Aktivitas pendakian terus ia tekuni sembari memperkenalkan produk-produknya ke komunitas pecinta alam. 

"Saya senang ketika produk-produk kami dikenal masyarakat. Untuk sekolah ataupun aktivitas alam, karena dengan begitu masyarakat mendukung kami yang menghasilkan produk-produk lokal," tukasnya. (ul/bun)

 

Editor : Kabun Triyatno
#pecinta alam #outdoor #adventure #bisnis