Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Kisah Inspiratif Anggota Polri Aiptu Maryanto: Bertahun-tahun Menabung, Beli Ambulans Hadiahkan untuk Kampung Halaman

Antonius Christian • Jumat, 11 April 2025 | 02:23 WIB
Ambulans bantuan Aiptu Maryanto. (Ist)
Ambulans bantuan Aiptu Maryanto. (Ist)

RADARSOLO.COM - Di tengah hiruk-pikuk tugas kepolisian yang menuntut kedisiplinan dan keberanian, Aiptu Maryanto memilih menambahkan satu misi pribadi dalam hidupnya. Menabung demi membeli satu unit ambulans bagi desa kelahirannya.

Bukan pencitraan. Ini murni dedikasi seorang abdi negara kepada tanah kelahirannya. Maryanto, yang kini menjabat sebagai kepala SPKT Polsek Jebres menyerahkan satu unit ambulans jenis Daihatsu Grand Max blind van kepada warga Desa Karangrejo, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Demak, tepat di malam takbir Lebaran lalu.

“Saya tidak ingin warga kampung saya terus-menerus membawa jenazah menggunakan mobil bak terbuka,” ungkap Maryanto lirih, mengenang momen lima tahun lalu yang mengubah pandangannya.

Kala itu, saat pulang ke rumah orang tua di Karangrejo, ia menyaksikan dengan mata kepala sendiri jenazah seorang tetangga diangkut menggunakan mobil pickup menuju pemakaman. Sebuah pemandangan yang menggetarkan nuraninya.

“Bukan hanya sekali. Hampir tiap kali ada yang meninggal, diangkut pakai pickup. Saya tidak tahu apakah karena keterbatasan armada atau letak geografis yang jauh dari kota. Tapi saya tahu, ini tidak boleh dibiarkan,” kenangnya.

Sejak itu, Maryanto yang merupakan lulusan Bintara Polri angkatan 1991/1992 ini menanamkan satu nazar sederhana tapi berdampak besar: menghadiahkan ambulans sebelum pensiun. Tak muluk-muluk, ia menyisihkan sebagian gaji dan rezekinya sedikit demi sedikit selama lima tahun terakhir.

Alhamdulillah, niat saya terwujud sebelum pensiun. Ambulans ini bukan milik saya, ini untuk masyarakat,” ujar bapak dua putri ini.

Ambulans yang ia hibahkan diterima langsung oleh Ichtiar Basoeki, tokoh masyarakat sekaligus ketua RW di Desa Karangrejo. Bagi Maryanto, nilai kendaraan bukanlah yang utama. Yang terpenting, fungsi kemanusiaannya dapat dirasakan langsung oleh warga.

“Jangan dilihat dari mobilnya yang sederhana. Tapi sekarang kalau ada yang meninggal, atau warga yang sakit, tidak perlu lagi bingung mencari tumpangan ke rumah sakit. Itu saja yang saya harapkan,” tegas Maryanto.

Selama 34 tahun mengabdi di institusi Polri, Maryanto tak pernah berpikir jadi “pahlawan”. Dia hanya punya satu misi bagaimana warga di kampung kelahirannya kini memiliki angkutan gratis untuk mengantar orang sakit atau meninggal.

“Sedekah itu tidak membuat miskin. Justru membuat hidup kita lebih berkah,” tutupnya, tersenyum tenang. (atn/bun)

 

Editor : Kabun Triyatno
#lebaran #menabung #ambulans #jenazah