Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Perahu Jaring, Solusi Cerdas Relawan Joko Tingkir Bersihkan Sungai di Kota Solo

Silvester Kurniawan • Rabu, 2 Juli 2025 | 02:20 WIB
Perahu jaring yang digagas Relawan Joko Tingkir. (Silvester Kurniawan/Radar Solo)
Perahu jaring yang digagas Relawan Joko Tingkir. (Silvester Kurniawan/Radar Solo)

RADARSOLO.COM - Di bawah Jembatan Kleco, salah satu sudut kota Solo yang sepi, tim Relawan Joko Tingkir dengan penuh semangat dan kreativitas bergerak mengatasi masalah sampah yang menggerogoti sungai. Tidak hanya menggunakan tenaga, mereka juga memanfaatkan kreativitas untuk menciptakan sebuah inovasi yang tidak biasa: perahu jaring.

Kegiatan ini dimulai dengan obrolan ringan pada awal tahun lalu. Sekelompok relawan yang peduli dengan lingkungan hidup, bersama dengan warga Kelurahan Pajang, berkumpul untuk mencari solusi atas tumpukan sampah yang mengotori aliran sungai di sekitar Jembatan Kleco. Mereka prihatin dengan banyaknya sampah yang mengalir ke sungai dan menyumbat jalannya air.

"Awalnya kami hanya berbicara santai, tetapi kami pikir, kami perlu sesuatu yang lebih dari sekedar aksi bersih-bersih biasa. Kami butuh inovasi," kata Doni Restu, ketua Relawan Joko Tingkir, yang mengawali gerakan ini.

Dari sinilah ide untuk menciptakan perahu jaring sampah muncul. Kemudian mereka merealisasikan ide tersebut.

"Kami membuat perahu ini untuk mempermudah pembersihan. Mengapung di atas air, aman diinjak, dan di bawahnya ada jaring kawat untuk menahan sampah," jelas Doni dengan bangga.

Tak hanya satu, tapi ada empat hingga lima perahu jaring yang dipasang untuk mengangkut sampah dari berbagai penjuru aliran sungai. Setiap perahu dilengkapi dengan pelampung sederhana dari jirigen berkapasitas 35 liter yang dipasang di rangka besi. Pelampung ini membuat perahu dapat mengapung sempurna dan memudahkan relawan untuk melakukan pembersihan.

"Jaringnya cukup dalam, sekitar 60-80 cm. Jadi, kami bisa menampung sampah rumah tangga yang mengalir ke sungai," tambah Doni.

Setiap pekan, tepatnya setiap Sabtu sore, tim relawan yang terdiri dari berbagai profesi – mulai dari pemilik bengkel, mahasiswa, aktivis lingkungan, hingga tukang kayu – turun langsung ke sungai. Mereka tak gentar meski harus bekerja di air keruh yang dipenuhi sampah dengan aroma tak sedap.

"Tumpukan sampahnya kadang sudah menggunung dalam seminggu. Mayoritas sampah rumah tangga, kemasan, bahkan ada juga obat-obatan," kata Doni.

Selain menjaga kebersihan sungai, Relawan Joko Tingkir berharap upaya ini bisa lebih dari sekadar aksi lingkungan. Mereka ingin menjadikan kawasan ini sebagai salah satu destinasi wisata yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat, sekaligus memperkenalkan potensi alam Sungai Solo yang bisa lebih asri.

"Ke depannya kami ingin menjadikan kawasan ini sebagai spot wisata air, seperti susur sungai atau perahu bebek-bebekan," ujar Doni dengan harapan.

Dengan upaya bersama yang terus dilakukan, Relawan Joko Tingkir optimistis bahwa perubahan yang mereka harapkan – baik dari segi kebersihan sungai maupun potensi wisata – akan terwujud.

"Ini bukan hanya soal bersih-bersih, tapi soal menjaga dan memanfaatkan sungai kita dengan lebih baik," pungkas Doni.

Tentu saja, perjuangan mereka tidak berjalan sendiri. Sejak kegiatan ini dimulai, bantuan datang dari berbagai pihak. Rotary Club of Solo Kartini dan PT KAI menyumbangkan dana lebih dari Rp 50 juta untuk pembuatan trash barrier, sebuah alat yang lebih permanen untuk menahan sampah.

Keberadaan pemerintah kota juga semakin memperkuat upaya ini, dengan Wali Kota Solo Respati Ardi turun langsung dalam kegiatan bersih-bersih pada Selasa (1/7) sore.

"Ini adalah kerja sama yang baik antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta. Kami harap lebih banyak pihak yang peduli dan terlibat dalam menjaga kebersihan sungai," ucap wali kota sambil menyelam ke sungai untuk memungut sampah yang mengapung. (ves/bun)

 

Editor : Kabun Triyatno
#sungai #destinasi wisata #lingkungan #sampah #relawan