RADARSOLO.COM – Pagi itu, saat suara adzan subuh berkumandang, suasana di rumah Akti Dwiyani mulai hidup. Sebagai pemilik rumah yang dijadikan dapur sehat oleh para kader DAHSAT (Dapur Sehat Atasi Stunting) Kelurahan Tipes, Akti sudah bersiap-siap membuka pintu rumahnya.
Tugasnya tidak hanya mempersiapkan sarapan, melainkan juga memimpin koordinasi bersama 20 ibu-ibu kader yang akan bertugas untuk menyiapkan makanan sehat bagi anak-anak risiko stunting dan ibu hamil di lingkungan sekitar.
Setelah Salat Subuh, dua kader yang bertugas belanja bahan-bahan makanan segera datang untuk memulai tugasnya. Namun, sebelum itu, mereka harus menyinkronkan menu sehat yang telah ditentukan oleh dinas terkait, yang kemudian akan diproses menjadi makanan bergizi untuk para sasaran program.
Keberagaman menu, dari sayur sop hingga ayam opor, sudah ditentukan per 10 hari, dan hari itu menu spesialnya terdiri dari sayur sop dengan bola-bola ayam, nasi, dan buah melon untuk anak-anak, serta sayur urap, ayam opor, dan potongan buah melon untuk ibu hamil.
"Dapur sehat ini sudah menjadi rutinitas. Setiap hari, kami memastikan menu ini sampai ke tangan sasaran tepat waktu," kata Akti, dengan senyum hangat. "Proses ini memang memakan waktu, tapi kami anggap sebagai sarana refreshing, kami senang melakukannya."
Tidak seperti dapur rumah pada umumnya, dapur sehat ini menjadi tempat untuk meracik menu bergizi yang sangat penting bagi anak-anak dengan risiko stunting dan ibu hamil di Kelurahan Tipes. Setiap hari, aktivitas dimulai dengan belanja bahan mentah, yang dilanjutkan dengan memasak dan mengirimkan menu sehat kepada sasaran, yakni 13 anak yang berisiko stunting dan 7 ibu hamil.
Baca Juga: Dari Solo ke Panggung Dunia, Dedikasi Narimo Terus Lestarikan Seni Topeng
Para ibu-ibu ini memang terampil dalam meracik menu sehat. Namun, mereka lebih dari sekadar juru masak. Mereka adalah penggerak dan pengabdi bagi komunitas mereka. Keberhasilan mereka terletak pada semangat gotong-royong dan saling membantu, di mana setiap anggota memiliki peran masing-masing, mulai dari belanja bahan-bahan di pasar hingga menyiapkan dan mendistribusikan makanan.
"Tugas ini tidak terasa berat karena kami melakukannya bersama-sama. Kami tidak hanya menjaga kesehatan dan gizi anak-anak dan ibu hamil, tetapi kami juga menjaga kebersamaan di antara kami," kata Yuni Pujianti, koordinator DAHSAT yang sudah berusia lebih dari 60 tahun. "Kami menganggap ini sebagai pelayanan. Kami bekerja dengan hati, dan itu membuat kami merasa senang."
Baca Juga: Kisah Kristanto, 20 Tahun Tekuni Tradisi Pembuatan Keris yang Tak Lekang oleh Zaman
Meski sempat menghadapi tantangan, seperti jumlah sasaran yang lebih banyak pada tahun lalu, para kader DAHSAT tetap bersemangat untuk melanjutkan tugas mereka. Setiap minggu, mereka bergantian melakukan tugas mereka, dan jika ada anggota yang berhalangan, rekan lainnya akan saling membantu.
"Kami bekerja dengan sistem bergilir. Jika ada yang tidak bisa hadir, yang lain siap membantu," tambah Yuni.
Program ini tidak hanya menguntungkan bagi sasaran program, tetapi juga memberi pelajaran berharga bagi para kader. Mereka belajar untuk lebih menghargai hidup sehat, serta memahami betapa pentingnya memberikan makanan bergizi bagi anak-anak dan ibu hamil yang membutuhkan.
Selain itu, para kader juga secara aktif mengedukasi masyarakat agar mereka lebih peduli terhadap pentingnya pemberian gizi yang tepat untuk keluarga mereka.
Harapan terbesar mereka adalah agar program ini tidak hanya berlanjut, tetapi juga berkembang, dan bisa menjangkau lebih banyak lagi masyarakat yang membutuhkan.
"Semoga ada dukungan lebih dari pemerintah dan komunitas untuk pengembangan program ini, karena kami ingin terus memberikan manfaat kepada masyarakat sekitar," harap Yuni.
Dengan semangat gotong-royong yang terus mengalir di antara mereka, para kader DAHSAT Kelurahan Tipes berusaha untuk terus memberikan yang terbaik bagi generasi muda dan ibu hamil yang membutuhkan perhatian ekstra.
Dalam setiap sajian makanan sehat yang mereka buat, mereka menyelipkan harapan untuk masa depan yang lebih baik dan sehat bagi seluruh warga. (ves/bun)
Editor : Kabun Triyatno