RADARSOLO.COM - Rifan Susanto, mahasiswa arsitektur ini mengubah hobi kelomang menjadi bisnis sukses yang meraih omzet hingga puluhan juta per bulan, berkat keahlian konten dan dedikasi pada kelomang.
Seperti kebanyakan mahasiswa pada umumnya, Rifan Susanto, 23, menjalani kehidupan yang penuh dengan kesibukan kuliah dan aktivitas lainnya. Namun, siapa sangka, dari sebuah kunjungan santai ke Pantai Sedahan di Gunungkidul, ia menemukan peluang bisnis yang kini membawa omzet fantastis.
Berawal dari keisengan membawa pulang kelomang, hewan bercangkang kecil yang biasa ditemui di pantai, kini ia menjadi pelaku usaha sukses dengan brand Kelovemang.
“Itu awalnya hanya iseng saja. Waktu ke pantai kami menemukan banyak kelomang, lalu saya bawa pulang. Ternyata, kelomang bisa hidup hingga 70 tahun dan tumbuh sebesar genggaman tangan. Dari situlah saya mulai tertarik dan riset lebih dalam,” kenang Rifan, mahasiswa Program Studi Arsitektur Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).
Tak lama setelah itu, Rifan mulai menggali lebih dalam mengenai kelomang, bergabung dengan komunitas pecinta kelomang, serta mengembangkan pengetahuan tentang perawatan, jenis cangkang, dan habitat mereka. Salah satu hal yang ia pelajari adalah kelomang tidak memiliki cangkang asli, sehingga ia bisa menyediakan berbagai cangkang untuk mereka, bagaikan mengganti pakaian.
Keahlian Rifan dalam membuat konten menjadi senjata utamanya. Melalui platform TikTok, Instagram, dan YouTube, Rifan mulai membuat konten edukatif tentang cara merawat kelomang, serta berbagi pengalaman menarik mengenai hewan kecil tersebut. Kontennya yang mengangkat memori masa kecil banyak orang, berhasil menarik perhatian publik.
"Awalnya saya mengangkat tema seperti 'Dulu kamu pernah pelihara kelomang tapi mati dalam tiga hari?' lalu memberikan solusi. Itu yang membuat konten saya viral," katanya.
Dengan modal awal hanya Rp 100 ribu, untuk membeli tiga ekor kelomang jenis merah stroberi, bisnisnya kini berkembang pesat. Omzet per bulan kini mencapai puluhan juta. Dengan dua pegawai yang membantu operasional, bisnis kelomang ini kini berjalan lancar.
"Awalnya saya hanya punya Rp 100 ribu, tapi kini omset bisa mencapai Rp 38 juta per bulan. Saya bahkan memiliki pegawai untuk admin online dan perawatan kelomang di rumah," ujar Rifan dengan senyum bangga.
Sebelum menekuni bisnis kelomang, Rifan sudah dikenal sebagai kreator konten seni visual. Sejak SMA, ia mulai membuat karya-karya seni yang unik dan menantang. Salah satu karya terbesarnya adalah wajah selebriti yang dibuat dari susunan nama, seperti wajah Sandiaga Uno yang viral. Bahkan, ia pernah menggambar wajah dengan stempel angka satu untuk menggambarkan Anies Baswedan. Karya tersebut menarik perhatian banyak orang dan mendapat apresiasi dari berbagai tokoh nasional.
"Saya pernah memberi karya langsung kepada Anies Baswedan dan selebgram Cellos. Saya juga mengirimkan karya ke Ganjar Pranowo, Baim Wong, dan Sandiaga Uno. Itu pengalaman luar biasa bagi saya," kenangnya.
Namun, kesibukannya di dunia kuliah membuatnya lebih jarang berkarya. "Dulu waktu SMA, bisa selesai dalam tiga hari, sekarang mungkin sebulan sekali. Tapi saya tetap menunggu momentum," ujarnya. (zia/bun)
Editor : Kabun Triyatno