SOLOBALAPAN.COM – Suasana Misa HUT ke-80 RI di Gereja Katolik Santo Antonius Padua Purbayan, Solo, Minggu (17/8/2025), terasa begitu istimewa.
Jemaat dibuat terpukau dengan penampilan Gistara Choir, paduan suara lintas agama yang membawakan liturgi layaknya konser profesional.
Keunikan Gistara Choir bukan hanya pada kualitas suara, melainkan juga keberagaman anggotanya.
Meski mayoritas Katolik, beberapa personel justru berasal dari agama lain, mencerminkan harmoni dan toleransi dalam keberagaman.
Pendiri Sandhya Production Solo, Antonia Filicia Esa Rindi, menjelaskan bahwa Gistara Choir memang lahir dari komunitas anak dan remaja.
“Karena bentuknya komunitas, jadi memang ada yang non-Katolik. Mereka tetap mau terlibat dan membantu pelayanan agar misa berjalan khusyuk,” jelasnya.
Momen tersebut sejatinya adalah jadwal pelayanan wilayah salah satu anggota Gistara Choir. Namun karena berhalangan, giliran itu akhirnya diberikan kepada Sandhya Production.
Sebanyak 27 personel tampil dalam misa, terdiri dari seorang konduktor, lima pemusik (keyboard, organ, flute, cello, biola), dan belasan penyanyi.
Penampilan mereka semakin berkesan dengan busana adat, selaras dengan suasana HUT Kemerdekaan RI.
Salah satu anggota, Dionisius Favian Apta Reswara (15), siswa Kolese De Britto Yogyakarta yang beragama Kristen Protestan, mengaku sangat senang bisa ikut misa.
“Tidak ada kesulitan, malah senang bisa terlibat di misa yang bertepatan dengan HUT Kemerdekaan,” ungkapnya.
Cerita berbeda datang dari sang konduktor, Setyawan Agung Nugroho (27) atau akrab disapa Setyawan Cello.
Pemuda muslim yang juga aktif di NU Light Orchestra ini mengaku sempat kesulitan beradaptasi dengan musik liturgis Katolik.
“Saya datang dari lingkungan pertemanan yang beragam. Menjadi konduktor misa ini cukup menantang, tapi juga membahagiakan,” ujarnya.
Bagi Setyawan, pengalaman ini menjadi bukti bahwa perbedaan iman tidak menghalangi kolaborasi.
“Momen 17 Agustus kemarin benar-benar mengaitkan. Meski berbeda keyakinan, kami bisa bersatu. Tepuk tangan meriah dari jemaat saat lagu terakhir menjadi kepuasan tersendiri,” pungkasnya. (ves)
Editor : Damianus Bram