Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features

Kisah Inspiratif Danish Hanafi, Siswa SMP Muhammadiyah PK yang Jadi Satu-satunya Wakil Solo di Final OSN IPS 2025

Fauziah Akmal • Kamis, 25 September 2025 | 01:24 WIB
Danish Hanafi berjuang keras di final OSN IPS 2025. (Fauziah Akmal/Radar Solo)
Danish Hanafi berjuang keras di final OSN IPS 2025. (Fauziah Akmal/Radar Solo)

RADARSOLO.COM - Suasana di SMP Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Solo masih dipenuhi rasa bangga. Pada pertengahan September lalu, kabar menggembirakan datang. Danish Muhammad Hanafi, siswa kelas 8, tercatat sebagai salah satu finalis Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2025 cabang Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).

Danish bukan finalis biasa. Ia menjadi satu-satunya wakil dari Kota Solo yang berhasil menembus panggung nasional. Kini, ia tengah berkompetisi di Jakarta hingga Sabtu (27/9), bersaing dengan 50 finalis lain dari 18 provinsi untuk merebut gelar juara.

Perjalanan Danish menuju tingkat nasional tidaklah mudah. Sejak tahap seleksi di sekolah, kota, provinsi, hingga semi final, ia harus menyingkirkan ribuan pesaing. Di tingkat kota, namanya masuk lima besar, lalu melaju ke OSN tingkat Provinsi Jawa Tengah.

Dari 175 peserta, ia kembali bertahan di lima besar dan berhak ke semi final. Pada 10 September lalu, ia berhadapan dengan 115 peserta dari seluruh Indonesia. Hasilnya, Danish masuk 50 besar dan resmi melangkah ke Jakarta.

Meski persaingan begitu ketat, persiapan Danish terbilang sederhana. Ia tidak mengikuti les khusus. Setiap akhir pekan, Danish melatih diri dengan mengakses soal-soal OSN tahun-tahun sebelumnya melalui internet. Selebihnya, ia mendapat bimbingan intensif dari gurunya, Ustaz Rozaq.

“Saya terpacu karena ini tantangan baru di tingkat yang lebih tinggi,” tutur Danish.

Di sela padatnya persiapan, Danish tetap menjaga keseimbangan. Ia belajar secukupnya, lalu beristirahat untuk memulihkan tenaga. “Segala sesuatu yang berlebihan itu tidak baik. Saya mengulang materi secukupnya, lalu istirahat,” ungkapnya sambil tersenyum.

Hobi membaca dan bermain sepak bola menjadi pelepas penat. Namun, bagi Danish, kunci utama tetaplah konsistensi berlatih soal, belajar pola menjawab, dan tidak lupa berdoa serta meminta restu orang tua dan guru.

Ayah Danish, Hanis Setyono dan sang ibu, Luky Krismyandari, selalu mendampingi dengan doa dan motivasi. Dukungan juga datang dari teman-teman dan keluarga besar sekolah.

Kepala SMP Muhammadiyah PK Kottabarat Muhdiyatmoko, tidak bisa menyembunyikan rasa bangganya. “Alhamdulillah, prestasi ini fenomenal. Baru kali ini mata pelajaran IPS dari sekolah kami berhasil menembus tingkat nasional. Ini kebanggaan seluruh warga sekolah,” ujarnya.

Ia berharap capaian ini menjadi inspirasi bagi siswa lain. “Semoga jejak Danish bisa memicu lahirnya generasi berprestasi lainnya di sekolah ini,” tambahnya.

Kini, rangakain doa mengiringi langkah Danish di panggung OSN nasional. Harapan besar tertuju padanya, agar bisa membawa pulang hasil terbaik untuk keluarga, sekolah, dan Kota Solo. (zia/bun)

Editor : Kabun Triyatno