Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Danang Santoso, Koleksi Sepatu Adidas Tiga Dekade Jutaan Rupiah Bisa Disewa Puluhan Ribu

Alfida Nurcholisah • Selasa, 18 November 2025 | 02:06 WIB
Danang Santoso dan koleksi sepatu Adidas nya. (Alfida N/Radar Solo)
Danang Santoso dan koleksi sepatu Adidas nya. (Alfida N/Radar Solo)

RADARSOLO.COM - Aroma kulit tua yang khas, sedikit bau karet yang mengering, dan wangi minyak perawatan yang lembut. Itulah sambutan pertama yang tercium saat memasuki garasi kecil di kawasan Pajang, Kecamatan Laweyan. Di sana, di antara rak-rak sederhana, tersusun rapi sebuah “museum” pribadi yang menyimpan gairah sepak bola tiga dekade, Clasicaly Boots.

Pemilik museum itu adalah Danang Joko Santoso, 35. Dengan tangan hati-hati, ia memegang sepasang Adidas Predator yang lekuknya sudah familier di mata generasi 90-an. Bagi Danang, 65 pasang sepatu bola klasik yang ia koleksi, mulai dari tahun 1998 hingga 2019, bukanlah sekadar benda, melainkan relik yang menghidupkan kembali degup jantung masa mudanya.

Danang menyadari betul nostalgia yang terkandung dalam setiap jahitan sepatu tersebut. Ia mengingat masa remaja di mana sepatu impian seringkali terhalang faktor ekonomi.

“Orang-orang seusia saya yang gemar bermain bola dulu sering tidak bisa membeli sepatu impian,” ungkap Danang kepada Jawa Pos Radar Solo, Minggu kemarin (16/11).

Kalimatnya terdengar tulus, memancarkan keinginan untuk berbagi. Kini, melalui usaha penyewaan skala rumahan ini, Danang menyediakan jembatan bagi mereka yang ingin menuntaskan mimpi masa lalu. Usahanya, yang resmi dikenal sejak Juli 2025, bukan tentang meraup untung. Ini adalah obsesi perawatan.

“Daripada hanya dikumpulkan tapi tidak terawat, lebih baik disewakan. Bisa dipakai orang yang sehobi, sepatu jadi tetap terjaga,” jelasnya.

Di garasi Danang, deretan sepatu tampil memikat. Model-model lawas yang berat dan kokoh, berdampingan dengan tipe Zero yang sering dicari karena terasa ringan saat digunakan berolahraga. Danang tertawa kecil saat bercerita tentang keunikan penyewa.

"Bahkan ada yang sengaja sewa dengan warna kanan-kiri berbeda. Trennya memang begitu sekarang," katanya, menggambarkan betapa vintage kini telah bersinggungan dengan gaya masa kini.

Koleksi ini berawal dari keisengannya saat berada di Batam. Di sebuah pasar tradisional, di tengah tumpukan barang second-hand, ia menemukan kilasan masa lalu berupa sepatu bola jadul. Sejak itu, ia mulai memburunya, satu per satu, dengan harga yang fantastis—mulai dari Rp 600 ribu hingga Rp 7 juta per pasang.

Meski investasi koleksinya bernilai jutaan rupiah, Danang hanya mematok biaya sewa yang sangat terjangkau, yakni Rp 50 ribu hingga Rp150 ribu sekali pakai. Ia ingin sensasi nostalgia itu mudah diakses oleh siapa pun.

Baca Juga: Kisah Verena Ayu, Mantan Pramugari Kini Sukses Berjualan Kopi Keliling di Tugu Boto Karanganyar: Temukan Makna Hidup Sederhana

Kekhawatiran akan kehilangan barang mahal diatasi Danang dengan strategi unik yang menuntutnya bergerak gesit. Pemasaran dilakukan di media sosial, namun sepatu yang dipesan akan diantar langsung oleh Danang ke pinggir lapangan tempat penyewa bermain, dan akan diambil kembali setelah pertandingan usai. Sebuah layanan personal yang menjamin keamanan sekaligus melihat koleksinya kembali beraksi.

Di rumah, Danang melakukan ritual mingguan yang menunjukkan cintanya pada setiap pasang sepatu. Setiap ada bagian yang copot, lem segera menempelkannya kembali. “Meski belum terpakai, setiap sepatu selalu saya jemur seminggu sekali untuk menghindari jamur pada bagian dalam,” tuturnya.

Di bawah terik matahari Solo, sepatu-sepatu ikonik itu kembali dijemur, seolah menyerap energi untuk siap melompat di lapangan. Usaha Danang bukan hanya menyewakan alas kaki. Ia menyewakan memori, menyediakan kesempatan bagi penggemar bola untuk kembali menjejakkan kaki di atas rumput, mengenakan sejarah yang mereka impikan di masa lalu. (alf/bun)

 

Editor : Kabun Triyatno
#adidas #lawas #sewa #bola #sepatu