RADARSOLO.COM - Impian untuk menginjakkan kaki di Tanah Suci adalah cita-cita yang lama dipupuk oleh pasangan suami istri (pasutri) anggota Polres Boyolali, Iptu Agung Muryo Atmojo dan Aipda Sab'atun Hasanah. Mereka telah berhasil mengumpulkan tabungan dari hasil keringat usaha katering yang mereka jalankan bersama, uang yang siap digunakan untuk biaya umroh.
Namun, niatan suci itu harus ditunda. Bukan karena cita-cita mereka luntur, melainkan karena tabungan itu dialihkan untuk hal yang bagi mereka terasa lebih mendesak dan mulia.
Kini, setiap Jumat pagi, di Taman Pandanalas yang ramai, pemandangan mengharukan tersaji. Pasangan polisi ini, dengan bangga mengenakan pakaian kebanggaan PDL Polri, bukan berpatroli, melainkan melayani. Mereka tanpa lelah menghidangkan dan menyajikan makanan gratis kepada ratusan masyarakat yang mengantre.
Iptu Agung Muryo Atmojo, yang kini menjabat sebagai Kasubbagdalops Polres Boyolali, menceritakan perjalanan warung makan gratis ini kepada Jawa Pos Radar Solo, Senin (24/11).
"Awalnya dulu warung makan gratis ini hanya menyediakan 150 porsi saja. Sekarang, alhamdulillah tahun kedua ini mampu menghidangkan 1.400 porsi," ujarnya.
Program Jumat Berkah ini sudah bergulir sejak awal 2024. Dan yang paling ditekankan, tidak ada syarat selembar pun bagi yang datang. Masyarakat bebas makan di tempat, bahkan membungkus makanan tersebut untuk dibawa pulang bagi keluarga.
Pengorbanan ini tak lepas dari keyakinan yang mendalam. Iptu Agung percaya bahwa rezeki tidak akan tertukar, dan niat baik untuk pergi beribadah ke Tanah Suci hanyalah masalah waktu.
“Namun niat baik untuk membuka warung makan gratis Jumat berkah tidak akan pernah putus, apa pun keadaannya,” tegasnya. Baginya, kebaikan yang diberikan kepada masyarakat yang makan ini nilainya setara dengan berjihad di jalan Allah.
Selain warung makan kolosal sebulan sekali, Iptu Agung dan Aipda Sab’atun—yang berdinas di Satlantas Polres Boyolali—juga rutin memberikan nasi kotak ke sejumlah masjid setiap hari Jumat. Bahkan, setiap tiga bulan sekali, pasangan ini mengadakan program makan bersama khusus bagi anak-anak panti dan pondok.
Di mata institusi, aksi ini menjadi oase penyejuk. Pelaksana Tugas (Plt) Kasihumas Polres Boyolali Iptu Winarsih menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas langkah mulia Iptu Agung dan istri.
“Di tengah maraknya oknum Polri yang bermasalah, masih ada anggota Polri yang baik dan memberikan sumbangsihnya kepada masyarakat,” kata Iptu Winarsih.
Ia berharap, perjalanan warung makan gratis Iptu Agung dan istri tetap istiqomah dan mampu memperbaiki pandangan masyarakat kepada institusi Polri saat ini. Pengorbanan pasangan ini telah membuktikan bahwa di balik seragam cokelat kebanggaan, ada hati yang tulus melayani dan mengabdi, menjadikan tugas sebagai pelayan masyarakat terasa utuh, baik di jalan raya maupun di meja makan. (fid/bun)
Editor : Kabun Triyatno