RADARSOLO.COM - Di bawah terik matahari Sudan Selatan yang menyengat, di tengah debu gurun dan ketegangan politik yang tak pernah reda, Institusi Polri, khususnya Polres Klaten, bersinar. Seorang anggotanya, Bripka Eriqo Wayan Kusuma, tidak hanya mengibarkan bendera Merah Putih dalam Misi Perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNMISS), tetapi juga menuai apresiasi setinggi-tingginya atas tindakan kemanusiaan luar biasa di wilayah konflik tersebut.
Penghargaan bergengsi itu diserahkan langsung oleh Police Commissioner UNMISS Meinolf Schtlotmann pada 5 Desember 2025. Sebuah seremoni yang menegaskan bahwa di tengah tugas penjagaan keamanan yang keras, hati nurani tetap menjadi kompas utama.
Bripka Eriqo, yang menjabat sebagai Individual Police Officer (IPO) Polri, meraih penghargaan tersebut karena kepedulian tulusnya terhadap seorang warga sipil yang membutuhkan pertolongan medis darurat, tindakan yang melampaui deskripsi tugas utamanya.
Kasi Humas Polres Klaten AKP Suwoto menjelaskan detail perjalanan heroik Bripka Eriqo.
“Sejak Juli lalu, Bripka Eriqo mengevakuasi dan mendampingi satu orang bernama Nyakuol Gahghah, remaja penghuni Mangateen IDP Camp yang mengalami sakit serius akibat komplikasi penyakit dalam,” ujar Suwoto, Senin (8/12).
Bayangkan suasana IDP Camp (Internal Displaced Persons Camp) yang padat, dengan fasilitas medis terbatas. Di tengah kondisi serba darurat itu, tindakan Eriqo tidak hanya berhenti pada pertolongan pertama saja. Ia secara konsisten memberikan bantuan dan pendampingan yang signifikan, menunjukkan empati di tengah situasi konflik yang rentan.
"Ini menjadi kebanggaan institusi, khususnya Polres Klaten. Karena anggota kami mampu menjalankan tugas kemanusiaan internasional dengan penuh tanggungjawab sehingga diakui dan mendapatkan penghargaan di sana," tegas Suwoto.
Tindakan ini mengirimkan pesan kuat bahwa tugas perdamaian sejati yang diemban Polri di kancah internasional mencakup perlindungan dan bantuan konkret terhadap setiap individu yang rentan.
Di Sudan Selatan, Bripka Eriqo Wayan Kusuma menyampaikan rasa syukur atas pengakuan tersebut. Ia mengaku bangga bisa memberikan kontribusi nyata.
“Alhamdulillah, kami di sini bisa memberikan kontribusi. Baik bagi UNMISS maupun warga Sudan Selatan. Setidaknya Polri bisa turut serta dalam memberikan dedikasinya kepada warga di sini,” ucap Eriqo saat dihubungi.
Ia merenungkan perjalanan kariernya dengan rasa haru. Berangkat sebagai polisi desa alias Bhabinkamtibmas dari Klaten, ia kini berdiri setara sebagai United Nations Police (UNPOL), bekerja bahu-membahu dengan rekan-rekan polisi dari berbagai negara di dunia.
“Bertemu rekan-rekan polisi dari berbagai negara dan bisa bekerja bersama mereka tentu menjadi kebanggaan. Polri bisa turut serta dalam misi menjaga perdamaian di United Nations (UN),” pungkas Eriqo, yang telah mengemban tugasnya selama sembilan bulan sejak April lalu, membawa semangat kemanusiaan dari Kota Bersinar ke jantung Afrika. (ren/bun)
Editor : Kabun Triyatno