Joko Sasongko, kakak Dony Tri Pamungkas berdiri di deretan foto sang adik saat berlaga di lapangan hijau. (Abdul Khofid/Radar SoloRADARSOLO.COM- Di balik nama besar Calvin Verdonk yang biasa menjadi andalan di sisi kiri pertahanan Tim Nasional (Timnas) Sepak Bola Indonesia, Pelatih John Herdman justru memberikan kejutan menarik.
Ia memberikan kepercayaan penuh kepada putra daerah asal Kabupaten Boyolali, Dony Tri Pamungkas untuk tampil sebagai starter dalam laga persahabatan FIFA Series melawan Timnas Saint Kitts and Nevis, Jumat (27/3/2026) lalu.
Bermain sejak menit awal, pemuda asli Desa Gumukrejo, Kecamatan Teras, Boyolali tersebut berhasil menjawab tuntas ekspektasi tim pelatih.
Baca Juga: Tegas! Buang Sampah Sembarangan di City Walk Solo, Tukang Becak Kena Sanksi Sosial
Dony turut berkontribusi krusial membantu skuad Garuda meraih kemenangan meyakinkan dengan skor telak 4-0.
Hebatnya lagi, pemuda kelahiran 11 Januari 2005 itu tercatat sebagai pemain termuda yang diturunkan dalam laga sarat gengsi tersebut.
Keluarga Sempat Deg-degan
Sang kakak, Joko Sasongko, saat ditemui di kediamannya mengungkapkan, pihak keluarga sempat merasa sangat grogi ketika menonton aksi anak bungsu dari tiga bersaudara itu berlaga di hadapan puluhan ribu pasang mata.
"Saya jujur malah grogi, deg-degan saat menonton. Tapi untuk penampilan Dony secara keseluruhan, saya sangat bangga karena dia baru pertama kali menjalani debut di level senior," jelas Joko.
Joko kemudian berbagi cerita hangat tentang kehidupan keluarga dan bentuk dukungan penuh mereka terhadap karier sepak bola Dony.
Sebagai keluarga, mereka pantang surut dalam memberikan motivasi.
Baca Juga: Ketua DPRD Klaten Puji Kondusivitas Lebaran, Sebut Anggota Dewan Tak Kenal Libur
Joko membeberkan, sebelum peluit pertandingan berbunyi, sang adik selalu menyempatkan diri mengirim pesan WhatsApp untuk sekadar meminta doa restu.
Keluarga pun mengaku sangat terharu melihat rekam jejak perjuangan Dony dari kecil hingga kini berhasil berseragam kebanggaan Merah Putih.
Terinspirasi Jejak Sang Kakak
Berdasarkan pengakuan keluarga, Dony memang sedari kecil telah menunjukkan tekad dan semangat juang tinggi untuk merumput di lapangan hijau.
Joko menyadari bahwa secara tidak langsung, jejak langkahnya telah menjadi inspirasi utama bagi sang adik.
Baca Juga: Empat Jalur di Karanganyar Ini Rawan Longsor dan Lakalantas, Dishub Pasang Rambu Tambahan
Joko sendiri bukan sosok asing di kancah sepak bola nasional, mengingat ia merupakan mantan pemain profesional yang pernah membela panji klub Pelita Jaya FC.
Selain talenta mumpuni, Joko menyebut adiknya memiliki mentalitas yang sangat baik, yakni selalu bersikap terbuka dan mau menerima masukan serta kritikan dari para pelatih maupun seniornya.
Berbekal karakter rendah hati, kerja keras, dan dukungan tanpa henti dari keluarga, Joko sangat yakin bahwa Dony akan terus berkembang dan menorehkan tinta emas kesuksesan sebagai pesepak bola hebat di masa depan.
Perjuangan Ibu Antar Jemput ke Jakarta
Rasa bangga yang tak terhingga juga dirasakan oleh sang ibu, Saparti. Dengan mata berkaca-kaca, ia menceritakan betapa beratnya rentetan perjuangan awal yang harus dilalui sebelum Dony mampu menembus timnas senior yang bertabur pemain bintang.
Saparti mengenang masa-masa ketika Dony masih berusia 10 tahun.
Kala itu, ia harus rutin mengantar sang buah hati menempuh perjalanan darat lintas provinsi dari Boyolali menuju Jakarta setiap seminggu sekali demi mengasah kemampuan sepak bolanya.
Baca Juga: Bersiap Menghadapi Godzilla El Nino, BPBD Boyolali Ungkap Dampaknya
"Tiga tahun lamanya kami pulang pergi seminggu sekali. Saya antar Dony main bola ke Jakarta. Alhamdulillah, semua pengorbanan itu sekarang membuahkan hasil," kenangnya penuh haru.
Menariknya, meski sang anak kini telah menjadi andalan Timnas Indonesia dan berstatus pemain bintang di klub raksasa Persija Jakarta, Saparti tetap memilih hidup bersahaja.
Ia masih setia menjalankan rutinitas usahanya berjualan minuman es kelapa muda di halaman rumah.
"Sekarang warungnya memang sedang libur, besok Rabu baru mulai buka lagi," tutur Saparti sembari tersenyum ramah. (fid)
Editor : Tri Wahyu Cahyono