Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Mengintip Geliat Solo Diecast Photography yang Ubah Mainan Jadi Karya Seni

Antonius Christian • Minggu, 5 April 2026 | 17:09 WIB
 Anggota Solo Diecast Photography di arena car free day Solo bersama koleksi mobil-mobilan mainan. (A Christian/Radar Solo)
 Anggota Solo Diecast Photography di arena car free day Solo bersama koleksi mobil-mobilan mainan. (A Christian/Radar Solo)

 

RADARSOLO.COM - Di bawah siraman cahaya keemasan sunset dari lantai lima sebuah pusat perbelanjaan, sebuah sedan sport tampak gagah terparkir di tepian aspal. Namun, jika dilihat semakin dekat, pemandangan itu akan berubah drastis. Sedan itu tingginya tak lebih dari mata kaki, aspalnya hanyalah semen kasar rooftop, dan sang fotografer harus tiarap demi mendapatkan sudut pandang yang pas.

Inilah dunia Solo Diecast Photography (SDP), sebuah komunitas tempat orang-orang dewasa merayakan imajinasi masa kecil mereka melalui lensa kamera dan miniatur mobil seukuran telapak tangan.

Baca Juga: Kisah Sukses Ayam Panggang Bu Setu, Kuliner Favorit Magetan yang Bertahan 35 Tahun Berkat Pemberdayaan BRI

Gerakan kreatif ini tidak lahir dalam semalam. Terbentuk sejak 2017, SDP berawal dari sekumpulan kecil kolektor Hot Wheels yang merasa memajang koleksi di rak saja tidaklah cukup. Mereka ingin mobil-mobilan itu "bernapas" dan memiliki cerita.

“Awalnya kami cuma sekadar kumpul karena suka diecast. Lalu terpikir untuk difoto agar kelihatan lebih hidup. Ternyata seru dan malah keterusan,” kenang Fajarai Aryadi, salah satu motor penggerak komunitas SDP.

Baca Juga: Kisah Inspiratif BeeFam’s: Berawal dari Relawan Gempa Lombok, Kini Sukses Bisnis Madu Trigona Bersama BRI

Lokasi favorit mereka kala itu adalah rooftop Solo Grand Mall. Di sana, mereka belajar memanipulasi cahaya alami dan perspektif untuk menciptakan ilusi bahwa mobil miniatur tersebut adalah kendaraan sungguhan yang siap melesat di jalanan kota.

Satu hal yang membuat SDP istimewa adalah sifatnya yang sangat inklusif. Di komunitas ini, strata sosial dan nilai koleksi seolah luntur. Dalam satu forum kopi darat (kopdar), Anda bisa menjumpai anak kelas 5 SD dengan koleksi senilai jutaan rupiah bersanding dengan kolektor dewasa yang memiliki ribuan unit diecast di rumahnya.

Baca Juga: Kisah Inspiratif Risya dari Merauke: Banting Setir dari Bisnis Fashion Sukses Bangun Minimarket via Agen BRILink

“Di sini enggak ada batasan. Mau punya diecast mahal atau yang murah, semua diterima. Bahkan yang cuma punya satu gantungan mobil kecil pun enggak masalah. Yang penting kita senang bareng,” tegas Fajarai.

Bagi banyak anggota, hobi ini adalah bentuk "balas dendam positif" atau pelampiasan masa kecil. Keinginan memiliki mainan yang dulu tak terbeli, kini diwujudkan saat dewasa—lengkap dengan bumbu kreativitas fotografi dan pembuatan diorama yang sangat detail.

Eksistensi SDP kini telah menembus batas hobi rumahan. Kehadiran mereka di berbagai pameran otomotif sering kali justru mencuri panggung utama. Uniknya, stan diecast kerap lebih padat pengunjung dibandingkan mobil aslinya.

Daya tarik SDP bahkan telah mencapai telinga para kolektor dari luar kota seperti Jakarta, Surabaya, hingga Medan, bahkan mancanegara. Mereka rutin menggelar lapak display di kawasan Car Free Day (CFD) Solo hingga kafe-kafe lokal untuk memperkenalkan bahwa diecast adalah media seni, bukan sekadar mainan plastik dan besi.

Bagi Fajarai dan kawan-kawan, SDP adalah "rumah kedua". Di sini, miniatur kereta api, diorama skala kecil, hingga fotografi artistik menyatu dalam semangat silaturahmi lintas generasi.

Ke depan, SDP bermisi mengubah cara pandang masyarakat, terutama generasi muda. Mereka ingin membuktikan bahwa dari benda berukuran beberapa sentimeter ini, seseorang bisa belajar tentang komposisi seni, teknik fotografi, hingga potensi ekonomi dan investasi.

“Kita ingin anak muda tahu kalau ini bukan sekadar mainan. Ini bisa jadi karya, media ekspresi, bahkan peluang,” pungkas Fajarai. Di tangan para anggota SDP, dunia yang luas ini memang bisa diciutkan ke dalam skala 1:64, namun imajinasi di dalamnya tetaplah tak terbatas. (atn/bun)

 

Editor : Kabun Triyatno
#masa kecil #Solo Diecast Photography #komunitas #miniatur