RADARSOLO.COM - “Selamat, Anda dinyatakan lulus seleksi…”
Kalimat tersebut menjadi kabar yang paling dinantikan oleh ratusan ribu calon mahasiswa setiap tahunnya. Akan tetapi, dibalik euforia itu, ada pula mereka yang harus menelan kenyataan bahwa nama mereka tidak tercantum dalam daftar mahasiswa baru perguruan tinggi negeri (PTN) impian.
Faktanya, berdasarkan data dari pihak penyelenggara Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) hanya empat ratus ribuan mahasiswa yang diterima di Peguruan Tinggi Negeri (PTN) dari lebih satu juta lima ratus pendaftar pada tahun 2026. Bagi sebagian orang, hari pengumuman hasil seleksi menjadi momen untuk mengucapkan “adios” kepada PTN yang selama ini mereka perjuangkan.
Rasa kecewa dan patah hati yang besar setelah gagal masuk PTN merupakan hal yang wajar. Berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun belajar, mengikuti bimbingan belajar, hingga mengorbankan waktu demi satu tujuan yang hasil akhirnya tidak sesuai yang diharapkan. Tidak sedikit dari calon mahasiswa baru yang merasa gagal, kecewa, kehilangan semangat, bahkan membandingkan dirinya dengan teman yang lain.
Baca Juga: Bakal Comeback, Boygrup Kpop Super Junior akan Luncurkan Single Terbaru
Perasaan tersebut seolah tergambar dalam lagu “ADIOS” milik BOYNEXTDOOR. Tidak secara khusus bercerita tentang dunia pendidikan, lagu ini mengangkat tema tentang perpishan, menerima kenyataan, dan keberanian untuk melangkah setelah kehilangan sesuatu yang berharga. Kata “adios” diambil dari bahasa Spanyol yang memiliki arti “sampai jumpa”. Akan tetapi, melalui lagu ini, BOYNEXTDOOR ingin menunjukkan simbol keberanian untuk melepas sesuatu yang tidak lagi dapat dipertahankan dan lepas dari genggaman.
Makna tersebut terasa dekat dengan pengalaman para pejuang PTN. Gagal diterima di kampus impian memang menyakitkan tetapi bukan berarti mimpi harus berakhir. Cita-cita untuk meraih pendidikan yang baik jangan dilepaskan, anggapan bahwa hanya ada satu jalan menuju masa depan harus ditinggalkan. Perjalanan seseorang dimulai dari tempat yang berbeda, dari garis start yang berbeda pula. Ada yang sekali jalan langsung selesai dan ada pula yang harus menunda jalannya. Layaknya, calon mahasiswa baru, ada yang langsung diterima, memilih melanjutkan di perguruan swasta, dan ada pula yang memilih gap year sebelum akhirnya menemukan kesempatan lain.
Tidak sedikit calon mahasiswa yang membagikan kisah mereka setelah pengumuman hasil seleksi di media sosial. Sebagian menangis karena harus mengubur impian, yang lain memilih bangkit dan menyusun rencana baru. Berbagai unggahan tersebut menunjukkan bahwa kegagalan adalah pengalaman yang dialami banyak orang dan salah satu langkah dari perjalanan.
Baca Juga: IVE Jadi Grup Idola Kpop yang Berhasil Jual 1 Juta Album di Hanteo
Mengucapkan “adios” kepada PTN impian bukan perkara mudah. Akan tetapi, menerima kenyataan bukan berarti menyerah. Seseorang belajar untuk mengenali kemampuan diri, menyusun strategi baru, dan membuka peluang yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan melalui sebuah kegagalan. Pada akhirnya, kampus impian hanyalah salah satu tujuan. Hari ini seseorang harus mengucapkan “adios” kepada PTN impian tapi selama mimpi masih kita genggam akan ada banyak pintu lain yang menunggu untuk dibuka. Sebab, terkadang yang perlu kita ucapkan selamat tinggal bukanlah mimpi itu sendiri, melainkan ekspektasi bahwa hidup harus selalu berjalan sesuai rencana.
Editor : Kabun Triyatno