Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Kisah Liena Ozora, Single Parent yang Juga Sopir Bus Jurusan Wonogiri-Jakarta

Damianus Bram • Selasa, 12 April 2022 | 15:00 WIB
SRIKANDI TANGGUH: Liena Ozora di belakang kemudi bus di pool PO Agramas, Wonogiri Kota Senin (11/4). (IWAN ADI LUHUNG/RADAR SOLO)
SRIKANDI TANGGUH: Liena Ozora di belakang kemudi bus di pool PO Agramas, Wonogiri Kota Senin (11/4). (IWAN ADI LUHUNG/RADAR SOLO)
RADARSOLO.ID - Nama Liena Ozora banyak dikenal di kalangan pecinta bus. Bagaimana tidak, sosok perempuan tangguh itu memilih menjalani profesi sebagai sopir bus antarkota antarprovinsi (AKAP) yang selama ini identik dengan kaum pria.

IWAN ADI LUHUNG, Wonogiri, Radar Solo

Beberapa bus berwarna merah tampak beranjak dari pool perusahaan otobus (PO) Agra Mas di Kelurahan Wonokarto, Kecamatan Wonogiri Kota kemarin siang. Ada juga bus yang masih terparkir di area itu.

Di salah satu bus, seorang perempuan yang mengenakan seragam kebesaran PO itu sedang memegang kemudi. Bukan untuk gaya-gayaan, tapi dia menjalani profesi sebagai sopir bus yang selama ini identik dengan laki-laki.

Perempuan yang dikenal dengan nama Liena Ozora ini sudah cukup kondang di mata pecinta bus. Seakan menunjukkan bahwa kaum hawa juga bisa eksis di pekerjaan yang didominasi oleh kaum adam itu. Saking terkenalnya, pemilik akun Instagram liena_ozora itu memiliki pengikut hingga 38 ribu.

"Sejak Maret 2021 saya bekerja sebagai sopir bus di sini. Paling jauh sampai Jakarta," terang Liena.

Bagi pemilik nama asli Lina Supriyanti itu, tak ada alasan khusus mengapa dia memilih menjalani profesi itu. Menurut dia, yang paling penting bisa bekerja dan menafkahi tiga anaknya.

"Cari pekerjaan sekarang sulit. Yang lulusan sarjana saja sulit apalagi saya yang cuma lulusan SMP," kata dia.

Sebelum bekerja sebagai sopir bus, Liena mengaku pernah bekerja di sejumlah tempat. Mulai dari Jakarta hingga Timor Leste. Sebelum resmi bekerja di PO Agra Mas, dia bercerita pernah membawa bus di PO lain. Namun hanya sekadar mencoba usai diizinkan temannya dan hanya melintas di jalan tol.

Memorinya masih kuat ketika mengingat kali pertama dia bekerja sebagai sopir bus. Awalnya, Liena tak begitu saja membawa penumpang. Dia dikawal oleh dua sopir lain yang berpengalaman plus satu kru.

Tepat tengah hari, bus yang dikemudikannya melenggang dari Kota Sukses. Dia bertugas di kursi kemudi hingga di sebuah rumah makan di Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang. Perjalanan berjalan mulus tanpa kendala apapun.

"Pertama kali saya mendapatkan bayaran saya menangis," ujar Liena.

Diakui oleh Liena, perlu waktu empat hingga lima bulan untuk menyesuaikan diri di lingkungan yang didominasi oleh kaum pria ini. Meski awalnya malu-malu, kini dia sudah terbiasa dengan lingkungannya.

“Ketika tiba di tujuan sudah terbiasa langsung bergabung untuk makan bersama dengan sopir lainnya,” ujarnya.

Setahun sudah dia bertugas menjadi driver, setahun pula dia merasa nyaman bekerja di sana. Tak ada kendala yang berarti pula yang didapatkannya. Dia  mengakui kini sudah nyaman dengan profesinya saat ini. Dia juga belum pernah menemui kendala yang berarti.

Berbeda saat kali pertama kali mendaftarkan diri sebagai sopir Liena sedang tidak baik-baik saja. Saat itu, dia merasa sedang berada di titik terbawah dalam hidupnya.

"Saat itu satu tahun saya tidak bekerja, ndak punya apa-apa. Ditinggal sama ibu dan pisah sama suami. Tapi sekarang sudah nyaman di sini, Pak Bos sangat baik. Belum lagi orang-orang kantor yang semuanya baik sama saya. Sudah seperti keluarga sendiri," terang Liena.

Meski bekerja sebagai sopir bus, dia tak meninggalkan kewajibannya sebagai ibu dari anak-anaknya. Setiap berada di rumah, ketiga anaknya selalu diurus. Mereka juga mendukung pekerjaan ibundanya.

Sementara saat bertugas di balik kemudi, dia bisa meninggalkan anak-anaknya selama dua hari. Anak-anaknya dititipkan ke rumah saudaranya mengingat dia adalah seorang single parent. Beruntung anaknya bisa memahami kondisi ibundanya. Anaknya paling kecil yang berusia dua tahun juga tak rewel mencari sang mama ketika ditinggal bekerja.

"Sudah biasa, meraka tahu kalau mamanya berangkat. Paling juga telepon kalau kangen," jelas Liena.

Kini Liena menikmati profesinya. Belum terpikirkan kapan dia bakal pensiun dari pekerjaannya itu. Dia mensyukuri apa yang telah didapatkannya.

Lebih jauh, Liena mengatakan bukan hanya dia saja satu-satunya sopir bus perempuan. Ada sejumlah sosok perempuan tangguh lain yang bekerja sebagai sopir bus, baik di Agra Mas atau di PO lainnya.

Liena dan sopir bus lainnya seakan adalah sosok Kartini di masa kini. Mereka membuktikan bahwa pria dan perempuan setara. Pekerjaan yang biasanya dilakukan oleh pria juga bisa dikerjakan oleh wanita.

"Sebagai perempuan kita harus semangat. Dalam keadaan sesusah apapun kami harus semangat.  Kalau saya, ingat anak pasti sudah semangat. Pria dan wanita itu setara," kata Liena. (*/bun) Editor : Damianus Bram
#Liena Ozora #Perempuan jadi Sopir Bus #Liena Ozora Sopir Bus #Sopir Bus Perempuan