Petugas retribusi tiket masuk Candi Sukuh Nunung Dwi Prasetyawan mengaku jumlah rata-rata kunjungan wisatawan saat selama libur Nataru mencapai 300 orang perhari. Memanfaatkan sisa libur panjang ini, pihaknya terus mengejar target kunjungan wisatawan.
Sebab, jumlah wisatawan menurun dibandingkan tahun sebelumnya di periode yang sama. Hingga kemarin, total wisatawan Candi Sukuh mencapai 27.470 orang. Jumlah ini menurun dibandingkan 2018 lalu yang mencapai 28.879 orang.
”Masih ada waktu dua hari untuk mengejar target. Tapi sepertinya dengan rata-rata kunjungan yang hanya ratusan orang, sulit menyamai capaian tahun lalu,” beber Nunung, kemarin (29/12).
Dia menjelaksan, wisatawan lebih didominasi lokal. Sedangkan wisata mancanegara (Wisman) cenderung menurun. Penyebabnya karena isu politik yang panas saat Pemilu 2019 April lalu.
”Informasi yang saya dengar dari tour guide, banyak turis yang nggak berani datang karena suhu politik dalam negeri yang panas. Kalau pas bulan Agustus, wisman malah banyak yang datang. Totalnya 647 orang, tapi masih kalah jauh dari tahun lalu yang mencapai 804 orang,” bebernya.
Pihaknya optimistis kunjungan wisatawan tahun depan kembali meningkat. Apalagi sudah ada lahan parkir cukup luas. Ditambah lagi gelaran acara kesenian yang rutin digelar setiap tahunnya.
”Untuk tiket masih sama. Rp 7 ribu untuk wisatawan lokal, Rp 25 ribu untuk wisatawan mancanegara,” tandasnya.
Tak jauh berbeda dengan Grojogan Sewu Tawangmangu juga mengalami jumlah penurunan yang cukup signifikan. Jumlahnya mencapai 10 ribu pengunjung.
”Ada sekitar 10 ribu jumlah pengunjung yang berkurang sejak tahun 2018 kemarin. Penyebabnya mungkin karena di Karanganyar ini sudah banyak muncul objek wisata baru ya, jadi banyak pilihannya. Sehingga pengunjung memilih wisata lain untuk dicoba,” ucap pengelola Grojogan Sewu, Widodo.
Dia mengatakan ada rencana pengadaan acara hiburan campursari pada puncak pergantian tahun nanti.
”Nanti pada pergantian tahun acaranya begitu saat tanggal 1 Januari 2020. Namun, acara itu masih dalam rencana,” tandasnya. (rm1/adi) Editor : Perdana Bayu Saputra