Ditemui Jawa Pos Radar Solo, Selasa (11/2), Ketua RT 06 Solihin Hidayat menceritakan, sumur tersebut sebenarnya dibuat sejak September 2019. Tujuannya untuk memenuhi kebutuhan air minum. Namun saat dikonsumsi, ternyata air sumur terasa asin dan beraroma karat.
Akhirnya, Solihin memilih untuk tak lagi menggunakan sumur dengan kedalaman 110 meter tersebut. Air sumur hanya dialirkan ke kolam ikan miliknya menggunakan pipa paralon. Hingga kemudian anak Solihin penasaran dengan air yang terus mengalir lewat pipa paralon meski tidak disedot menggunakan pompa.
"Anak-anak mengecek pada malam hari, sekitar Januari lalu. Mereka menyalakan korek api untuk penerangan. Tak disangka, api langsung membesar diduga akibat ada uap gas dari pipa paralon," ujar Solihin, Selasa (11/2).
Kejadian itu segera dilaporkan ke kepala desa (kades) setempat Syarif Hidayat dan Camat Gondangrejo Rusmanto. Perangkat desa dan kecamatan kemudian melakukan uji sederhana. Dan dipastikan, sumur dalam tersebut mengeluarkan gas.
“Kami khawatir kandungan gas tersebut dapat menyebabkan kebakaran. Jarak sumur dari permukiman hanya 14 meter,” ujar Solihin.
Menurutnya, saat pengeboran sumur pada September 2019 tidak terdapat tanda-tanda mencurigakan. Setelah selesai dikuras, pompa air diangkat. Namun air malah ikut naik, kemudian dialirkan ke kolam ikan.
“Setelah dicek warga, ternyata airnya rasanya asin. Berbau seperti besi. Jangankan manusia, sapi saja tidak mau minum,” ujar dia.
Kades Kendrowahono Syarif Hidayat mengatakan, pihak kecamatan akan berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar dan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jateng untuk melakukan penelitian lebih lanjut.
Kadus Ngrawan Wahyudi menambahkan, saran dari camat Gondangrejo, lokasi sumur diberi pembatas mencegah anak-anak bermain di sekitarnya. “Jangan sampai terjadi seperti di lumpur lapindo. Jika bermanfaat bagi warga, ya kami senang. Tapi jika tidak ada, yang kami takutkan jadi bencana,” pungkasnya. (rm1/wa/ria) Editor : Perdana Bayu Saputra