Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Karanganyar Titis Sri Jawoto mengungkapkan, dengan tiketing sistem manual, pengunjung datang membayar dan mendapatkan tiket untuk masuk. Namun, untuk memudahkan wisatawan, saat ini seluruh objek wisata diupayakan beralih ke e-ticketing. Diawali di Candi Ceto dan Candi Sukuh.
”Ini alatnya sudah siap, segera diberlakukan e-ticketing. Tidak hanya menggunakan aplikasi yang ada di hanphone, jadi nanti wisatawan bisa bayar menggunakan kartu ATM. Dengan cara seperti pembayaran biasa. Hanya saja, setelah menggunakan ATM itu, akan muncul kode barcode. Lalu dipasangkan di tangan pengunjung. Saat akan masuk, pengunjung harus menempelkan kode tersebut ke alat yang sudah disiapkan,” terang Titis.
Dengan sistem eletronik tersebut, bisa memudahkan pengunjung yang akan berwisata di Karanganyar. Objek wisata lainnya direncanakan juga akan dipasang alat yang sama.
”Satu tiket itu hanya berlaku untuk satu orang. Jadi nanti hitungannya jelas sistem yang akan menghitungnya, laporannya juga jelas,” tegas Titis.
Bupati Karanganyar Juliyatmono sebelumnya dalam launching aplikasi e-ticketing mengungkapkan, digitalisasi tiket tersebut bisa menjadi solusi mudah dan aman bagi wisatawan. Karena transaksi bisa dilakukan dari jarak jauh.
”Ke depan kami berharap ada pengembangan yang lebih bagus lagi di bidang pariwisata. Seperti paket one-stop-solution untuk para wisatawan. Jadi orang yang berwisata di Karanganyar ini nyaman dan mudah,” tandasnya. (rud/adi/ria) Editor : Perdana Bayu Saputra