KARANGANYAR - Pemakaman jenazah Pimpinan Pusat Majelis Tafsir Alquran (MTA) Ahmad Sukina di pemakaman muslim Kaliboto, Mojogedang dilakukan dengan protokol pemulasaran Covid-19, Kamis (25/2) siang.
Pantauan Jawa Pos Radar Solo di pemakaman muslim Kaliboto, sejak pagi, ribuan jamaah MTA mulai berkumpul di Lapangan Kaliboto. Mereka ingin mensalatkan dan melihat proses pemakaman sang ustad.
Sampai di area pemakaman Kaliboto dari Gedung MTA Solo, jenazah yang masih berada di dalam mobil ambulans langsung disalatkan. Salat jenazah dipimpin oleh Sekjen MTA Ustad Sunarno.
Selesai disalatkan, jenazah dmakamkan di liang lahat yang berada di samping Lapangan Kaliboto. Proses pemakaman sendiri dilakukan oleh petugas dengan alat pelindung diri (APD) lengkap. Prosesnya cukup cepat, hanya sekitar 20 menit.
Ditemui usia melakukan pemakaman jenazah sang ustad, Sunarno mengungkapkan, sebelumnya alrmahum diketahui sempat terjatuh dan diduga mengalami gejalan stroke. Setelah dilarikan ke rumah sakit, dari hasil diagnose dokter, almarhum mengalami sesak napas. Hingga kemudian mengembuskan napas terakhir pagi ini.
"Rabu pagi itu kami mendapat kabar beliau mengalami gejala stroke dan terjatuh saat di kamar mandi. Saat dirawat di rumah sakit, kemudian muncul kalau beliau juga sesak napas. Kemudian semalam, kehendak Allah beliau meninggalkan kami," ucap Sunarno. (rud/ria)
(rs/din/per/JPR)