Korban bernama Djoni Aswida, 51. Kapolsek Karangpandan Iptu Widyatmoko mengatakan, dugaan sementara korban meninggal karena serangan jantung. Sebab, berdasarkan hasil visum, tidak ada tanda kekerasan dalam tubuh korban.
"Kejadian tadi terjadi sekitar pukul 08.00. Korban saat itu bersepeda sendiri dari Solo, bertemu dengan rekannya di kawasan Bejen dan memutuskan untuk naik ke Karangpandan," ungkap kapolsek.
Saat kejadian, korban bersepeda dari arah barat. Ketika sampai di Karangpandan, tepatnya di daerah belakang Kantor Pos, korban langsung jatuh.
"Kemudian, oleh Relawan Karangpandan dievakuasi ke Puskesmas Karangpandan untuk mendapatkan pertolongan. Tapi korban dalam perjalanan meninggal dunia," ujar kapolsek.
Diakui dia, kawasan Karangpadan memang menjadi salah satu lokasi favorit bagi pesepeda, terutama saat weekend. Pihaknya pun mengimbau kepada para pesepeda agar memastikan kondisi benar-benar fit, mengingat medan Karangpandan yang tergolong tinggi.
"Imbauan kami benar-benar pastikan tubuh kita fit sebelum naik. Karena medannya lumayan berat," kata dia.
Dimintai konfirmasi secara terpisah, petugas Puskesmas Karangpadan Wangsid membenarkan, korban meninggal tak lama usai tiba di puskesmas. Dugaan sementara, korban meninggal akibat serangan jantung.
"Dugaannya sakit jantung. Korban dibawa ke sini (puskesmas), turun dari ambulans sampai depan sudah napas terakhir. Sampai dalam RJP (Resusitasi Jantung Paru), sudah tidak bereaksi. Nadi sudah tidak ada," terangnya. (rud/ria)
(rs/rud/per/JPR)