Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Lagi, Jalan Utama Wisata Tawangmangu Terendam Banjir

Perdana Bayu Saputra • Jumat, 12 Maret 2021 | 18:42 WIB
Jalan utama kawasan Tawangmangu terndam banjir. (RUDI HARTONO/RADAR SOLO)
Jalan utama kawasan Tawangmangu terndam banjir. (RUDI HARTONO/RADAR SOLO)


KARANGANYAR – Kawasan jalan wisataTawangmangu, Karanganyar kembali banjir, Jumat (12/3) sore. Minimnya resapan air yang masuk ke dalam saluran drainase diduga menjadi penyebab utama kawasan wisata tersebut dilanda banjir.






Sehingga kendaraan yang melintas di jalan tersendatdan pengedara sepeda motor harus hati-hati, lantaran derasanya air yangmeluap di jalan.




Pantauan Jawa Pos Radar Solo, luapan air di jalan wisata Tawangmangu yang berstatus jalan provinsi tersebut terjadi mulai dari daerah Blumbang hingga ke bawah Pasar Tawangmangu.




Beberapa pengendara sepeda motor yang melintas, memilih untuk berhenti menepi di pinggir jalan. Sedangkan mereka yang menggunakan mobil harus melajukan kendaraan secara berhati-hati karena derasnya ari yang megalir di jalanan.

Air yang meluap di jalan lantaran minimnya resapan juga mengakibatkan salah satu bangunan pagar milik warga di wilayah Tawangmangu roboh dan menutup saluran drainase. Salah seorang warga Tawangmangu, Dhimas mengungkapkan, tidak hanya sekali luapan air di Tawangmangu terjadi. Setiap hujan deras, banjir terus tejadi dan menggenangi ruas jalan Tawangmangu hingga jalur tembus.

“Sudah beberapa kali kejadian seperti initerjadi, yang paling parah itu justru di bawah sebelum dekat PasarTawangmangu. Beberapa warga yang mengendarai motor tidak berani untuk melaju karena saking kencengnya arus dari atas yang meluber ke jalan,” terangnya.

Hal senada juga diungkapkan Sabar, warga Blumbang, Tawangmangu. Selain membahayakan pegendara sepeda motor, luapan air dikhawatirkan juga akan merusak kondisi jalan menuju kawasan wisata.

“Itu yang di jalan utama, belum lagi yang ada di jalan-jalan kampung. Beberapa malah ada yag ambrol dan menghalangi akses jalan warga,” ucapnya.

Disisi lain, Sekretaris Komisi C DPRD Kabupaten Karanganyar Supriyanto mengaku, banjir yang terjadi di Tawangmangu sering dikeluhkan setiap dirinya melakukan kunjungan di wilayah tersebut.

Politisi dari Partai Demokrat tersebut mengaku, tak hanya minimnya resapan air yang menjadi penyebab banjir. Namun, juga lantaran semakin menjamurnya pembangunan hotel dan resto di wilayah Tawangmangu.

“Setidaknya pemerintah setempat membuatperaturan atau regulasi, baik itu peraturan daerah (perda) atau peraturan bupati (perbub) dalam penataan pembangunan di kawasan Tawangmangu. Khususnya tata ruang bagi mereka yang akan mendirikan usaha di kawasan itu (Tawangmangu-red). IMB-nya harus jelas, kemudian resapan airnya juga dilihat, jangan salahkan cuaca. Pak bupati harus segera usul ke gubernur, karena status jalan milik provinsi,” tegas Supri. (rud/ria)



(rs/rud/per/JPR)
Editor : Perdana Bayu Saputra
#minim resapan #banjir #jalan wisata tawangmangu