KARANGANYAR - Meski Pemerintah Kabupaten Karanganyar sudah mengizinkan pembukaan objek wisata, namun Museum Manusia Purba Klaster Dayu di Desa Dayu, Kecamatan Gondangrejo masih tutup. Pembukaanya menunggu persetujuan dari Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP).
Museum Dayu merupakan klaster yang terhubung dengan Museum Sangiran di Kabupaten Sragen. Museum ini menyuguhkan keanekaragaman sejarah purbakala. Selama pandemi, pekerja hanya menjaga dan membersihkan lokasi wisata.
”Pegawai yang bekerja di sini diberlakukan sif. Soal kapan dibuka kembali, sejauh ini belum ada instruksi dari balai pelestarian,” terang Rahmat.
Dari pantauan, sejumlah wisatawan akan berkunjung ke museum tersebut, terpaksa putar balik.
”Saya kira sudah buka, karena wisata lainnya juga sudah ramai. Tadi niatnya pengin ngajak anak melihat koleksinya, ternyata masih tutup. Di Sangiran juga masih tutup,” terang Yuriawan, 38 warga Boyolali.
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Karanganyar Titis Sri Jawoto mengungkapkan, tidak hanya Museum Dayu yang masih ditutup. Salah satu wisata edukasi yakni Edupark kawasan Kolam Renang Intanpari juga masih tutup.
”Pembukaan Museum Dayu masih menunggu BPSMP, tapi kalau yang adi Edupark itu nanti menunggu perintah dari pemerintah daerah Kabupaten. Keduanya memang dikelola oleh pemerintah daerah,” tandasnya. (rud/adi)
(rs/rud/per/JPR)