Kepala Dinas Periwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Karanganyar, Titis Sri Jawoto mengatakan, kesepakatan dengan Balai Pelestarian Situs Manusia Purba Sangiran (BPSMP), pengelola diharuskan melakukan simulasi terlebih dahulu. Hal itu untuk mencegah penyebaran Covid-19.
”Selasa (6/4) simulasi terlebih dahulu. Kemudian Kamis (8/4) sosialisasi ke masyarakat sekitar, khususnya bagi pedagang yang berjualan di seputaran museum. Sabtu (10/4) sudah siap dibuka bagi wisatawan,” terang Titis.
Diungkapkan Titis, dalam pembukaan Musem Dayu, pemerintah bersama dengan BPSMP, tidak begitu saja membuka pelayanan. Karena Museum Dayu masih bagian dari Sangiran. Karena dalam pengawasan Unesco, maka persiapan harus matang.
”Buka itu bukan sekadar buka, tapi harus mempertimbangkan protokol kesehatannya di masa pandemi ini. Karena bagaimanapun juga, kami harus memperlihatkan wisata di Indonesia selama pandemi ini benar-benar menjadi acuan wisata di dunia. Bagi pariwisata Karanganyar, prokes adalah kebutuhan, bagaimana startegi untuk meraih pasar. Bukan hanya menjalankan kewajiban,” ucapnya.
Di sisi lain, warga sekitar Museum Dayu berharap pemerintah segera membuka museum tersebut. Pasalnya, warga yang biasanya berjualan makanan beralih menjadi tenaga serabutan.
”Dulu itu rencananya sudah mau dibuka, tapi batal. Kemudian kemarin dapat kabar besok bulan April sudah kembali. Kami harapkan benar-benar dibuka,” terang Suwarni. (rud/adi) Editor : Perdana Bayu Saputra