Ketua Perhimpunan Pemuda Hindu Teguh Pambudi mengungkapkan, upacara Galungan yang digelar di pelataran kompleks Candi Cetho dipimpin langsung oleh Mangku Saraswati dan Mangku Gede Mahardika. Terlihat umat Hindu yang ada di wilayah Kecamatan Jenawi, berjalan naik ke lokasi pelataran candi, Rabu (14/4) pagi.
Mereka membawa sejumlah makanan yang dimasukan ke dalam panci dan ditutup menggunakan kain taplak. Saat sampai di tempat ibadah, mereka lalu menggelar prosesi doa bersama. Setelah doa selesai, dilanjutkan dengan makan bersama. Makanan tersebut berupa nasi tumpeng, ayam kampung panggang, sayur, dan beberapa lauk lainnya. Acara ditutup dengan makan buah-buahan yang sebelumnya juga telah disiapkan bersama sesaji.
“Yang berbeda dengan tahun lalu, perayaan Galungan saat ini sudah bisa kami gelar bersama. Tidak hanya umat Hindu saja. Beberapa umat lain sepert pemeluk Kristen dan Islam juga ikut dalam berdoa bersama di upacara Galungan,” terang Teguh.
Teguh menambahkan, kehadiran beberapa pemeluk agama lain tersebut tidak hanya terlihat di perayaan Galungan tahun ini. Beberapa tahun sebelumnya, pemeluk agama lain juga ikut berdoa bersama, memohon kepada Tuhan agar terhindar dari kejahatan.
“Kalau tahun lalu memang terbatas, perayaan Galungan hanya digelar di rumah masing-masing dan salah satu rumah ketua adat. Tapi kalau saat ini kita bisa berkumpul kembali,” ucap Teguh.
Sementara itu, salah seorang pemangku adat Candi Cetho Mangku Gede Mahardika mengungkapkan, acara Galungan digelar setiap enam bulan sekali. Tepatnya Rabu Kliwon (hitungan Jawa, Red).
Galungan sebagai bentuk perayaan hari kemenangan bagi seluruh umat Hindu. Rangkaian prosesi Galungan sudah dimulai sejak pekan lalu. Diawali dengan memasang penjor yang terbuat dari janur kuning dan dikreasikan sedemikian rupa.
”Penjor dipasang di depan rumah. Kemudian setelah wuku Galungan, kami berkumpul untuk berdoa bersama. Setelah itu baru makan bersama,” kata Mahardika. (rud/nik/ria) Editor : Perdana Bayu Saputra