Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Solo, awalnya korban diketahui mandi di bendungan atau Dam Plosorejo bersama teman-temannya sekitar delapan orang. Saat itu turun hujan yang cukup lebat. Karena tak bisa berenang, korban terbawa arus dari atas yang cukup deras.
Beberapa teman korban yang sebelumnya ikut berenang berhasil menyelamatkan diri. Mereka pun panik saat melihat korban tidak kunjung muncul ke permukaan.
Beberapa teman korban pun akhirnya melaporkan kejadian itu ke relawan dan anggota polsek setempat. Pencarian pun dilakukan oleh sejumlah relawan bersama anggota BPBD Karanganyar, polsek serta Koramil Matesih. Korban akhirnya berhasil ditemukan di jarak 50 meter dari lokasi tempat tenggelam.
“Posisi awalnya memang saat itu air belum begitu dalam. Tapi karena di atas itu hujan, air dengan cepat langsung menyeret korban bersama teman-temanya. Tujuh orang berhasil selamat, sedangkan korban yang diduga tidak bisa berenang terseret arus air tersebut,” terang Bangun, salah seorang relawan Samber Nyowo, Matesih.
Usai dievakuasi, korban langsung dibawa ke Puskesmas Matesih untuk dilakukan visum luar. Di sisi lain, Camat Matesih Ardiansyah membenarkan adanya kejadian tersebut. Setelah dilakukan visum, jenazah selanjutnya dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan.
“Sudah dievakuasi, dan dari informasi korban saat ini sudah dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan,” ujar camat. (rud/ria) Editor : Perdana Bayu Saputra