Adegan ciuman yang dilakukan oleh sepasang remaja tersebut, sempat viral di media sosial lantaran diunggah oleh salah satu warga yang mengabadikan kejadian tersebut saat melihat di ruangan command center CCTV milik Pemerintah Desa Kemuning.
Untuk diketahui Desa Kemuning merupakan salah satu desa yang ditunjuk oleh pemerintah pusat menjadi salah satu desa pengembangan program Smart Village Nusantara.
Adegan ciuman yang tak sepantasnya dilakukan oleh kedua pasangan remaja tersebut terjadi sekitar Pukul 12.20 WIB dan berlangsung selama kurang lebih 20 detik. Dalam vidio tersebut jelas adegan ciuman yang dilakukan oleh pasangan muda-mudi tersebut dilakukan di puncak kemuning.
Menurut salah satu pengelola Smart Village Nusantara Desa Kemuning, Dwi Saryanto, terekamnya aksi ciuman yang dilakukan oleh pasangan remaja tersebut bermula saat dirinya berniat melakukan pengecekan terhadap sejumlah pengunjung yang ada di bukit kemuning pada Minggu (6/6) siang.
Tak hanya mengecek, rencananya ia juga berniat memperingatkan pengunjung untuk mematuhi protokol kesehatan (prokes) mengingat PPKM Mikro masih berlaku.
"Awalnya saya ingin ngecek dan memperingatkan pengunjung untuk menjaga prokes dimasa pandemi ini. Beberapa titik di lokasi wisata memang sudah terpasang CCTV lengkap dengan speaker. Dan pas saya cek CCTV yang ada di bukit kemuning itu terlihat aksi itu. Niat mau saya peringatkan tapi saat itu speakernya ternyata rusak," kata Dwi.
Lebih lanjut Dwi mengatakan, bahwa dirinya pihaknya tidak mengetahui jika video tersebut sudah menyebar di media sosial. Ia juga mengaku jika dirinya tidak mengunggah video tersebut.
"Saya malah baru tau kalau vidio itu menyebar di medsos mas," ungkap Dwi.
Sementara itu, Koordinator Pedagang Bukit Kemuning Harno menjelaskan saat ini kondisi Wisata Bukit Kemuning memang lumayan rame. Namun beberapa pengunjung menikmati pemandangan di bukit kemuning hanya dari bawah bukit. Dan jarang pengunjung yang naik ke bukit meskipun ada akses untuk naik.
"Ya kalau dibawah dekat dengan warung-warung ramai mas. Tapi saya tidak tau kalau ada kejadian itu. CCTV itu memang standby 24 jam. Ada kejadian apa di wilayah sini itu bisa terekam semua," ungkap Harno. (rud/dam) Editor : Perdana Bayu Saputra