Kepala Bagian Produksi PT Pelita Tomangmas Gade mengungkapkan, persiapan untuk kembali melakukan produksi sudah dilakukan sejak beberapa hari terakhir. Di antaranya memasang tempat mencuci tangan, pengecekan suhu dan menyediakan hand sanitizer di masing-masing pintu masuk atau keluar di tiap-tiap bagian.
”Sudah kami siapkan mulai besok (hari ini) berproduksi kembali. Karyawan yang masuk diwajibkan memakai masker kesehatan. Kalau ada yang memakai masker kain, nanti akan diminta pulang. Kemudian kalau masih ada yang tidak enak badan, kami harapkan agar segera melaporkan ke bagian personalia dan sementara waktu untuk tidak masuk terlebih dahulu,” terang Ade.
Ade menambahkan, dalam pelaksanaan jaga jarak, pihaknya mengaku belum bisa menerapkannya. Namun setelah dilakukan pembahasan dan rapat bersama dengan sejumlah tim satgas, Ade mengaku akan memberlakukan dua sif bagi karyawan.
”Kalau jaga jarak sebenarnya masih belum bisa karena untuk produksi itu beberapa bagian saling berkaitan. Makanya nanti akan kami atur dengan sif. Jadi ada yang masuk pagi dan siang. Semua wajib membawa hasil tes swab test sebelum masuk,” terangnya.
Ditanya terkait dengan kondisi 118 Karyawan yang saat ini masih menjalani isolasi mandiri, Ade mengaku, selama pemantauan mulai membaik dan tidak ada gejala apapun. Ade mengaku, selama dilakukan penutupan, pihak perusahaan merugi jutaan rupiah.
”Kalau angka pastinya kami belum hitung. Otomatis jelas rugi. Karena buyer yang membeli barang itu tidak mau tahu, bagaimanapun harus bisa jadi sesuai dengan tenggat waktunya. Mau tidak mau harus mengajukan schedule nya. Karena jelas nanti ada ancaman untuk ekspor, kalau sudah tidak ada yang order, kita bisa tutup,” jelas Ade.
Camat Jaten Dwi Sapto Hadji mengungkapkan, pengecekan dilakukan lantaran pihak perusahaan mengajukan surat agar kembali beroperasi. Hasil swab terhadap 1.300 karyawan, hanya 118 orang yang terpapar dan saat ini kondisinya membaik.
”Jadi setelah dilakukan swab antigen, ada laporan kalau tidak ada lagi yang positif. Kemudian perusahaan mengajukan agar bisa berproduksi kembali. Tapi dengan syarat membawa hasil dari swab antigen tersebut,” jelas Dwi. (rud/adi/dam) Editor : Damianus Bram