Kepala Pelaksana harian (Kalakhar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karanganyar Bagoes Darmadi mengungkapkan, tujuh orang yang menempati isoter di Gedung Wanita tersebut dikirim oleh petugas medis kecamatan. Pengirimannya sesuai rekomendasi yang telah disepakati tim medis dan pasien.
”Mulai hari Jumat kemarin, sudah ada yang menempati. Awalnya satu orang, kemudian kemarin Sabtu (7/8) ada tambahan enam orang. Mereka berasal dari Kota Karanganyar, Kerjo, Matesih, Jaten dan Colomadu,” terang Bagoes, kemarin (8/8).
Dia menjelaskan, tempat isoter Gedung Wanita dikhususkan untuk pasien laki-laki. Mereka akan jalani isolasi maksimal 10 hari. Setiap harinya, mereka dipantau kesehatannya oleh tim medis.
”Semua fasilitas sudah kami sediakan, fokusnya pasien itu nanti di sini istirahat. Kami juga batasi jika nanti ada keluarga yang berkunjung,” jelasnya.
Sementara jumlah pasien isoter Balai Latihan Kerja (BLK) Bangsri, Karangpandan per Sabtu (7/8) masih 23 orang.
”Kemarin ada delapan yang sudah dipulangkan. Sorenya ada tambahan dua orang lagi, totalnya saat ini ya 23 pasien itu,” imbuhnya.
Terkait rencana pembuatan isoter di Jaten, dan Colomadu, lanjut dia, pemerintah memfokuskan agar isoter dilakukan di Gedung Wanita dan BLK.
”Pak bupati belum cocok. Fokus sementara di dua lokasi itu (BLK dan Gedung Wanita),” tandasnya.
Dari data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karanganyar per Sabtu (7/8), jumlah warga Karanganyar yang terpapar virus Covid 19 sebanyak 1.195 orang. Tingkat penularan perhari mencapai 284 orang, dan tingkat kesembuhan 229 orang. Dari 1.195 pasien tersebut, tercatat 226 orang menjalani rawat inap, sedangkan 969 orang menjalani isolasi mandiri. (rud/adi) Editor : Damianus Bram