Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Solo, pelajar yang hamil di bawah umur tersebut berinisial A. Saat ini duduk di bangku SMP kelas IX. A dilarikan ke rumah sakit dibantu oleh para tetangga.
"Posisinya sudah mau melahirkan kayaknya. Sampai rumah sakit, bayi itu langsung lahir. Ibu dan anaknya alhamdulillah selamat," terang saksi sekaligus warga setempat.
Di sisi lain, kepala sekolah siswa terkait saat dihubungi wartawan mengaku, pihaknya belum mengetahui jelas kejadian tersebut. Namun, dia membenarkan bahwa A memang merupakan salah satu peserta didik di sekolah yang dipimpinnya. Dari laporan sementara yang dia terima, A masuk ke sekolah tersebut lewat jalur zonasi.
"Saya belum dapat laporan secara resminya. Otomatis nanti akan kami cari tahu ke wali kelas atau guru dulu. Memang yang bersangkutan pelajar di sekolah kami," terang dia saat dihubungi wartawan, Selasa (24/8) siang.
Sementara itu, Kepala BP3AKB Kabupaten Karanganyar Agam Bintoro mengaku, saat ini belum menerima laporan mengenai kejadian tersebut. Diakui Agam, data di Kabupaten Karanganyar angka pernikahan dini memang meningkat.
"Memang cukup tinggi. Di Karanganyar itu rata-rata mencapai 250-an anak usia dini yang sudah menikah. Dan ini baru kita cari kenapa hal itu bisa terjadi," ungkapnya. (rud/ria) Editor : Syahaamah Fikria