Rencana tersebut diungkapkan Bupati Karanganyar Juliyatmono saat menerima jajaran Direksi Lembaga Penyiaran Publik (LPP) RRI Surakarta di Ruang Garuda Kantor Bupati Karanganyar, Rabu (8/9) pagi.
”Jejak RRI di Balong tidak bisa dilepaskan dari sejarah. Bagaimana pun radio kebanggaan masyarakat Indonesia ini pernah dipindahkan ke Balong untuk menghindari serangan penjajah. Oleh karena itu, kami berharap tanah dan lokasinya diserahkan ke pemkab untuk dibangun museum RRI,” papar Juliyatmono.
Bupati mengatakan, usulan tersebut disampaikan sebagai upaya pemkab untuk membangun dan membangkitkan semangat kepada siapapun dalam rangka mengenang sejarah besar RRI Balong. Setiap tahunnya digelar kegiatan napak tilas dari Dagen, Jaten menuju Desa Balong, Jenawi.
”Lokasi di Balong itu sekali lagi punyai nilai sejarah yang tinggi, kami ingin mengedukasi dengan membangun museum itu,” ungkapnya.
Tak hanya itu, bupati juga mengharapkan RRI memprogramkan acara untuk anak muda. Sebab pada gilirannya para pemuda yang akan membangun bangsa ini ke depan. Dengan menggaet pemuda, diharapkan mereka juga mencintai budaya dan membangun bangsa ini dengan baik.
Kepala Stasiun LPP RRI Surakarta Arlin Setyaningsih mengatakan, jumlah pendengar terus mengalami peningkatan. Pihaknya akan terus mengoptimalkan peran RRI untuk masyarakat luas. Salah satu bentuk optimalisasi itu yakni memindahkan pemancar dari Tawangmangu ke Dagen Palur. Selama ini jika di Tawangmangu, masyarakat Karanganyar tidak bisa maksimal mendengarkan LPP RRI.
”Dengan pemindahan pemancar ini diharapkan masyarakat Karanganyar dapat optimal mendengarkan kami,” ungkapnya.
Selain itu, pihaknya sudah memiliki banyak program yang dapat disinergikan dengan Pemkab Karanganyar. Salah satunya adalah Bupati menyapa di RRI. Diharapkan dengan Bupati menyapa, program-program Pemkab Karanganyar dapat disampaikan lebih optimal kepada masyarakat luas.
”Selain itu, kami juga berkeinginan mengajak Bupati untuk bermain ketoprak bersama Pak Gubernur Jateng dan Walikota Surakarta pada tanggal 10 November mendatang,” tuturnya. (rud/adi/dam) Editor : Damianus Bram