”Rencananya kemarin memang saya usulnya diberi nama Masjid Agung Al Madani. Tapi karena saat ini masih populer Masjid Agung, ya nanti akan saya bicarakan kembali dengan pihak-pihak terkait,” kata bupati, Sabtu (9/10).
Bupati mengungkapkan, usulan nama Masjid Agung Al Madani dilontarkan lantaran desainnya mirip Masjid Nabawi di Madinah. ”Ya mestinya identik dengan Madinah. Tapi nanti baiknya seperti apa, kami diskusikan kembali,” paparnya.
Pembangunan Masjid Agung ditargetkan selesai sebelum puncak Hari Jadi Ke-104 Kabupaten Karanganyar, November mendatang. Pembangunannya menggunakan APBD Kabupaten Karanganyar Rp 96 miliar. Rencananya sekolah dasar luar biasa (SDLB) maupun markas Kodim 0727/Karanganyar akan dipindah.
”Untuk SDLB kami carikan bangunan SD lainya. Tapi kalau untuk makodim, kami harus menggantinya, tentunya lokasinya juga harus yang strategis,” ungkapnya.
Bupati menambahkan, dalam pemindahan Makodim 0727/Karanganyar, pihaknya akan berkoordinasi dengan kementerian pertahanan (kemenham). ”Bisa nanti lahannya kami yang carikan.Tapi untuk pembangunan gedungnya kami koordinasikan dengan kemenham,” ungkapnya.
Selain itu, kepengurusan takmir Masjid Agung juga bakal dirombak. Bupati meminta dilakukan seleksi muadzin dan imam yang akan bertugas di masjid tersebut.
”Kami sedang persiapkan untuk menggelar lomba adzan dan lomba imam. Hasilnya nanti mereka yang lolos akan bisa bertugas menjadi petugas di Masjid Agung. Tentunya dengan persyaratan yang ditentukan,” paparnya.
Kepala Bidang Cipta Karya, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPU PR) Kabupaten Karanganyar Asihno Purwadi mengatakan, saat ini proses pembangunan Masjid Agung hampir 70 persen.
”Selama sepekan terakhir fokus memasang rangka struktur cremona kubah dengan bahan besi pipa (steel sprinkler pipe). Memiliki diameter dalam sekitar 12 meter dan ketinggian sekitar 14,5 meter. Kemudian untuk sarpras yang ada di bawah juga sedang kita lakukan pengerjaan pemasangan lantai,” tandasnya. (rud/adi/dam) Editor : Damianus Bram