Lapangan di utara Jalan Adi Sucipto tersebut bisa digunakan untuk sepak bola pada malam hari.
Ide dan usaha pengembangan lapangan atas inisiasi oleh Suparno, yakni ketua umum Yayasan AT Farmasi.
Ketua Umum Yayasan AT Farmasi Suparno melalui perwakilannya Rimbawan menuturkan, anggaran yang terserap untuk peremajaan lapangan ini mencapai Rp 1 miliar.
Dana ini digunakan untuk penanaman rumput baru, pembangunan pagar lapangan dan pembuatan tribun penonton.
Seluruh dana yang dialihkan untuk pembangunan Lapangan Blulukan dengan harapan bisa digunakan masyarakat maupun anggota Yayasan AT Farmasi.
“Yayasan sosial ini berawal dari perkumpulan teman-teman yang hobinya bermain sepak bola. Kemudian kami kembangkan dengan mendirikan sekolah sepak bola (SSB) dan akademi, dan saat ini sudah mulai berkembang,” terang Wawan sapaan Rimbawan.
Sementara itu Bupati Karanganyar Juliyatmono yang hadir dalam launching lapangan sepak bola Blulukan berharap AT Farmasi bisa melahirkan generasi sepak bola berprestasi.
“Hidup itu seperti sepak bola. Terus berlatih untuk menjadi juara. Saya harap lahir Messi-Messi (simbol bintang lapangan eks legenda Barcelona Lionel Messi, Red) dari Karanganyar. Mudah-mudahan klub atau SSB yang berlatih di lapangan ini bisa berkembang pesat,” ucapnya.
Juliyatmono juga memberi masukan agar pengelola lapangan sepak bola bisa menata lokasi di sebelah selatan lapangan agar tidak menjadi kumuh. “Siang biar kelihatan bagus, malam juga bisa jadi lokasi menarik,” terangnya. (rud/wa) Editor : Tri Wahyu Cahyono