Hal itu diketahui setelah Bupati Juliyatmono menerima tamu dari tim uji coba sensus pertanian 2023 BPS RI Provinisi Jawa Tengah, bersama Debuti Statsistik Produksi BPS RI di rumah dinasnya, Sabtu (23/10) siang.
Deputi Statistik Produksi M Habibullah mengungkapkan, BPS RI memilih Karanganyar sebagai salah satu lokasi uji coba sensus pertanian karena salah satu kabupaten yang memiliki banyak kegiatan atau aktivitas pertanian saat ini.
”Kami kemarin sudah berkunjung ke sejumlah lokasi, baik di perusahaan pertanian, kelopmpok tani kemudian juga ke petani – petaninya,” terang Habibullah.
Tak hanya itu, sensus pertania 2023 mengacu pada pedoman yang diterbitkan oleh Food and Agriculture Organization of the United Nations (FAO) yaitu World Programme for the Census of Agriculture (WCA). Persiapan tersebut sudah sejak 2019 lalu.
”Ini adalah pelaksanaan uji coba yang ketujuh kalinya. Karena sektor pertanian tersebut merupakan penopang bagi kehidupan. Serta nanti dapat dijadikan sebagai pengambilan kebijakan dalam pengembangan pertanian,” ungkapnya.
Bupati Karanganyar Juliyatmono mengungkapkan, data pertanian tersebut sangat strategis dan penting untuk nantinya dijadikan sebagai salah salah satu pengembangan wilayah.
”Pangan merupakan ketahanan nasional, pangan menjadi sangat strategis. Atas nama pemerintah Kabupaten Karanganyar, saya sangat mendukung penuh untuk ujicoba ini. Kami harapkan datanya nanti akurat, dan bisa kami manfaatkan untuk mengambil arah kebijakan khusunya dalam pengembangan pertanian di Karanganyar ini,” singkat bupati. (rud/adi/dam) Editor : Damianus Bram