Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) mulai melakukan lelang dalam proyek tersebut.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala DPUPR Kabupaten Karanganyar Titis Sri Jawoto mengungkapkan, rencana pemerintah merehab gedung wanita sempat terkendala Covid-19 tersebut. Seiring melandainya kasus, proyek tersebut direalisasikan tahun ini.
”Tahapannya dimulai dari lelang. Pagu anggarannya Rp 20 miliar. Target pembangunannya selesai November. Sekaligus diresmikan saat peringatan hari wayang dunia,” kata Titis kepada Jawa Pos Radar Solo, kemarin (4/1).
Titis mengungkapkan, gedung tersebut nantinya tidak hanya digunakan untuk pertunjukan seni budaya. Namun juga bisa digunakan masyarakat untuk event musik, baik di dalam ruangan maupun di luar ruangan.
”Itu nanti bisa sinergi dengan gedung teater yang sudah lebih dulu selesai dibangun tahun lalu. Pastinya akan memiliki nilai ekonomi tinggi. Dua gedung ini akan menjadi ikon baru dalam hal pengembangan seni budaya di Karanganyar,” terang Titis.
Terkait pengelolaannya, Titis mengungkapkan akan mengusulkan ke bupati agar di kelola Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yakni PUD Aneka Usaha.
”Mimpi saya bisa dibuka pada 2023. Lebih baik dikelola BUMD yang membidangi wisata,” tandasnya.
Bupati Karanganyar Juliyatmono mengungkapkan, kawasan gedung Wanita dan Gedung Teater akan saling berkaitan. ”Semua kegiatan kesenian dan kebudayaan akan digelar di dua gedung itu,” tandasnya. (rud/adi/dam) Editor : Damianus Bram