Inovasi itu diisiasi Pemerintah Desa Kemiri karena selama ini kerap dijadikan tempat berkumpulnya anak muda yang mengarah ke kegiatan negatif. Pemdes sebelumnya melakukan perombakan dan perubahan di bagian pagar dan pemasangan paving.
Ketua BUMDes Pemerintah Desa Kemiri Penget Wiyono mengungkapkan, sendang Beji sudah belasan tahun mangkrak dan tidak terurus. Kemudian dikembangkan menjadi pasar rakyat untuk menampung usaha mikro kecil menengah (UMKM) masyarakat setempat.
”Sayang kalau tidak terurus. Karena sering kali untuk nongkrong dan minum-minuman keras. Maka dari itu, dari pada nganggur kami kembangkan,” kata Penget.
Kepala Desa Kemiri Amin Sadimin mengaku kedepan pihaknya akan menganggarkan dana desa untuk pengembangan sendang Beji.
”Awalnya ya hanya sendang. Dulunya memang hanya untuk mandi dan sebagai lokasi ritual. Kami ingin mengubah pandangan masyarakat terhadap sendang yang sudah lama tak terpakai ini sebagai lokasi yang bisa bermanfaat. Salah satunya pasar rakyat ini, kalau malam bisa untuk diskusi teman-teman karang taruna, atau lokasi untuk diskusi musyawarah warga,” kata kades. (rud/adi/dam) Editor : Damianus Bram