”Saya segera memindahkan bangunan SLB itu. Saat ini saya sudah memiliki lokasi atau tempat baru, sehingga nanti bisa menjadi lahan parkir yang luas untuk Masjid Agung itu,” kata Bupati Karanganyar Juliyatmono awal pekan ini.
Bupati mengungkapkan, pembongkaran atau pemindahan SLB N akan dilakukan tahun ini. Saat ini pihaknya sudah mempersiapkan sekolah yang baru untuk bisa ditempati. Yakni SDN 04 Karanganyar yang sebelumnya diketahui sebagai salah satu sekolah inklusi.
”Harapannya tahun pelajaran baru sudah bisa pindah di sekolah yang baru. Di sekolah baru itu, saat ini sedang kami tata. Karena murid yang ada di SDN 04 hanya tinggal beberapa peserta saja. Sarprasnya nanti akan kami siapkan,” terang bupati.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VI Provinsi Jawa Tengah Sunarno membenarkan rencana tersebut. Sunarno mengungkapkan, saat ini pihaknya akan mengusulkan ke dinas pendidikan provinsi untuk bisa dilakukan proses administrasi.
”Iya kemarin dari dinas kabupaten sudah memberitahukan hal tersebut, kemudian nanti mau direlokasi ke SDN 04 Karanganyar. Harapan pemerintah kabupaten dan pemerintah provinsi bisa saling menghibahkan,” kata Sunarno.
Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas) Disdikbud Karanganyar Endang Tri Hadining mengungkapkan, untuk peserta didik dan guru yang saat ini masih mengajar di SDN 04 Karanganyar akan diregrouping ke SDN 01 Cangakan.
”Karena peserta didiknya di SDN 04 itu minim hanya 48 orang. Ya nanti prosesnya seperti tukar guling. Lahan di SLB itu memang milik pemkab, tapi bangunan dan pengelolaannya milik provinsi,” ucapnya. (rud/adi/dam) Editor : Damianus Bram