Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Bupati Juliyatmono Dorong Pelestarian Olahraga Tradisional secara Luas

Damianus Bram • Jumat, 25 Februari 2022 | 02:29 WIB
JATUH BANGUN: Siswa dari berbagai sekolah tingkat SMP dan MTs mengikuti festival olahraga tradisional di SMK Muhammadiyah 3 Karanganyar, Kamis (24/2). (RUDI HARTONO/RADAR SOLO)
JATUH BANGUN: Siswa dari berbagai sekolah tingkat SMP dan MTs mengikuti festival olahraga tradisional di SMK Muhammadiyah 3 Karanganyar, Kamis (24/2). (RUDI HARTONO/RADAR SOLO)
KARANGANYAR – Olahraga tradisional terus dilestarikan di kalangan pelajar Karanganyar. Seperti SMK Muhammadiyah 3 Karanganyar yang menggelar festival olahraga tradisional di lingkungan sekolah, Kamis (24/2).

Bekerja sama dengan Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (Formi) Karanganyar. Kegiatan ini diikuti puluhan tim dari pelajar SMP dan MTS.

Ketua Formi Karanganyar Timotius Suryadi mengungkapkan, dalam festival olahraga tradisional tersebut, digelar dua perlombaan cabang. Yakni bakiak dan permainan gobak sodor.

”Rencana kegiatan akan digelar selama dua hari. Untuk hari pertama lomba bakiak diikuti 15 tim putra dan 14 tim putri. Masing-masing tim terdiri dari tiga orang, sedangkan untuk lomba permainan gobak sodor akan digelar Jumat (25/2) besok dengan peserta 16 tim putra dan 14 tim putri,” terang Timotius, kemarin.

Timotius mengungkapkan, dengan digelarnya dua lomba olahraga tradisional tersebut, diharapkan semua peserta bisa senang dan gembira. Karena tujuan utama dalam perlombaan olahraga tradisional adalah olahraga rekreasi. Sehingga kemenangan bukan menjadi tujuan utama dalam perlombaan.

”Kami berharap keseruan dan keceriaan peserta membuat lomba ini menarik. Saya yakin peserta lebih senang dan jika gembira, dan bisa menumbuhkan olahraga permainan tradisional yang sekarang mulai terkikis,” imbuh Timotius.

Bupati Karanganyar Juliyatmono yang saat itu hadir dalam membuka kegiatan festival olahraga tradisional mengharapkan agar peserta terus menggelorakan permainan-permainan tradisional di lingkungan tempat tinggal mereka. Siswa diharapkan mengajak masyarakat untuk bermain olahraga tradisional tersebut.

”Kewajiban sebagai anak didik harus sekolah, tetap meneruskan sekolah sampai kapanpun. Lomba atau kegiatan ini sebagai wujud belajar anak didik agar mengetahui dan tetap nguri-nguri budaya dari olahraga tradisional,” singkat bupati. (rud/adi/dam) Editor : Damianus Bram
#bupati karanganyar juliyatmono #Formi Karanganyar #Olahraga Rekreasi #Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia #Festival Olahraga Tradisional