Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Dongkrak Vaksin Booster, Dinas Bisa Kerjasama dengan Proses Penyaluran Bansos

Damianus Bram • Selasa, 8 Maret 2022 | 13:45 WIB
PANTAUAN: Komisi E DPRD Jawa Tengah saat melakukan kunjungan kerja ke Dinas Kesehatan Kabupaten Karanganyar, Senin (7/3) siang. (RUDI HARTONO/RADAR SOLO)
PANTAUAN: Komisi E DPRD Jawa Tengah saat melakukan kunjungan kerja ke Dinas Kesehatan Kabupaten Karanganyar, Senin (7/3) siang. (RUDI HARTONO/RADAR SOLO)
KARANGANYAR - DPRD Provinsi Jawa Tengah menyoroti kurang antuasiasnya masyarakat dalam mengikuti vaksinasi booster. Salah satu cara agar masyarakat mau vaksin ketiga ini, dinas kesehatan harus bekerjasama dengan dinas lain yang memiliki program pemulihan ekonomi akibat Covid-19.

“Masyarakat masih takut dengan kejadian pascaimunisasi. Nah, agar masyarakat mau vaksin booster, dinas harus pintar, salah satunya kerja sama dengan dinas sosial misalnya. Jadi selain menyalurkan bansos, sekaligus ikut vaksin booster,” terang Joko Purnomo, anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah usai kunjungan ke Dinkes Karanganyar kemarin.

Dengan cara ini maka dia optimistis vaksinasi booster di Jawa Tengah akan meningkat. Terutama bagi lansia yang saat ini cenderung terpapar Covid dan mengalami kasus kematian cukup tinggi.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Karanganyar Purwati mengungkapkan, kasus kematian akibat Covid-19 di Karanganyar mengalami kenaikan. Sebab itu, dinkes terus menggencarkan vaksinasi dosos ketiga.

Tercatat hingga 6 Maret lalu, ada 82 pasien meninggal dunia di mana 48 di antaranya merupakan lansia. Dari jumlah itu 50 persen belum mendapatkan vaksin.

Sementara itu hingga kemarin, capaian vaksin di Kabupaten Karanganyar untuk dosis pertama sudah mencapai 97,77 persen, dosis kedua 90,5 persen, dan dosis ketiga atau booster baru tercapai 9,09 persen. “Total stok vaksin sebanyak 1,41 juta dosis dan terpakai 1,33 juta dosis,” ujar dia. (ves/rud/bun) Editor : Damianus Bram
#kasus kematian covid-19 #dinkes karanganyar #DPRD Provinsi Jawa Tengah #Vaksinasi Booster di Jawa Tengah #vaksinasi booster