Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Amankan Pelaksanaan Ibadah Paskah, Polres Karanganyar Sterilisasi Gereja

Damianus Bram • Jumat, 15 April 2022 | 04:56 WIB
TERJUNKAN ANJING PELACAK: Personel Polres Karanganyar mengecek keamanan salah satu gereja di Kota Karanganyar, Kamis (14/4). (RUDI HARTONO/RADAR SOLO)
TERJUNKAN ANJING PELACAK: Personel Polres Karanganyar mengecek keamanan salah satu gereja di Kota Karanganyar, Kamis (14/4). (RUDI HARTONO/RADAR SOLO)
KARANGANYAR – Untuk memberikan rasa aman terhadap masyarakat yang melaksanakan ibadah Jumat Agung, Polres Karanganyar menggelar pengecekan terhadap sejumlah gereja, Kamis (14/4) siang. Meski kasus Covid-19 sudah melandai, protokol kesehatan (prokes) di tempat ibadah masih diperhatikan.

Kapolres Karanganyar AKBP Danang Kuswoyo melalui Kasat Samapta AKP Gatot Gondo Hartoyo mengungkapkan, tidak hanya melakukan pengecekan prokes, personel juga melakukan pengamanan bersama elemen masyarakat untuk memantau jalannya pelaksanaan ibadah Jumat Agung.

”Kami pastikan nanti proses peribadatan itu aman. Selain di tengah-tengah Ramadan, kami juga lakukan pengamanan sejumlah gereja-gereja besar yang nanti akan dijadikan sebagai tempat beribadah. Seperti di wilayah Jaten, Jumapolo, dan Karanganyar Kota,” terang Gatot usai melakukan pengecekan.

Secara teknis, rangkaian Paskah sudah dimulai sejak Kamis (14/4), yakni Kamis Putih. Hari ini Jumat Agung dan Paskah di hari Sabtu dan Minggu. Untuk pengamanan di sejumlah wilayah tersebut, sesuai arahan dari pimpinan pihaknya menurunkan kekuatan maksimum dua per tiga kekuatan melakukan pengamanan.

”Nanti selain pengamanan di lokasi, juga akan melakukan mobiling dan patroli. Baik skala kecil maupun skala besar untuk memastikan proses peribadatan berjalan dengan lancar,” terangnya.

Pastor Paroki Gereja Santo Pius Kabupaten Karanganyar Robertus Tri Widodo ditemui di sela pengecekan mengungkapkan, pihaknya kembali membatasi jumlah jemaat yang hadir langsung. Untuk itu disediakan aplikasi untuk sarana ibadah secara daring.

”Kami batasi hanya 400 orang untuk tiap pelaksanaannya. Kemudian setengahnya di rumah. Semua protokol kesehatan kami sediakan. Nanti akan kami lakukan pengecekan apakah jemaat sudah vaksin atau belum. Kalau ada yang belum vaksin, saya minta agar mereka membawa surat sehat dari dokternya, untuk mengantisipasi saja,” ucap Tri Widodo. (rud/adi/dam) Editor : Damianus Bram
#polres karanganyar #Pengamanan Ibadah Paskah #Gereja Santo Pius #Sterilisasi Gereja #ibadah paskah