Dewan Pengurus Cabang Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kabupaten Karanganyar Anastasia Sri Sudaryatni mengungkapkan, sertifikasi terhadap pramuwisata penting dilakukan. Hal itu untuk memberikan pelayanan maksimal bagi wisatawan yang datang ke Bumi Intanpari.
”Selama ini semua tenaga pramuwisata di Karanganyar belum tersertifikasi. Ini baru pertama kali kami lakukan. Dengan harapan pramuwisata tahu dan mengerti bagaimana memberikan pelayanan yang baik bagi wisatawan itu,” kata Anas, Rabu (25/5).
Anas menjelaskan, saat ini pihaknya masih fokus penyertifikatan tour guide. Namun kedepan dia berharap pramuwisata di pariwisata tingkat desa bisa memiliki sertifikat tersebut.
”Kalau sudah ada sertifikatnya lebih aman. Pastinya wisatawan juga betah dan kembali lagi ke Karanganyar,” ungkapnya.
Bupati Karanganyar Juliyatmono menyampaikan, pramuwisata yang sudah memiliki sertifikasi harus dipublikasikan kepada masyarakat karena sudah tervalidasi bahwa mereka mumpuni. Pramuwisata harus memiliki jiwa yang berbahagia, energik dan pastinya harus pintar. Jangan sampai apa yang disampaikan beda dengan yang tersebar di internet.
Bupati juga mewanti-wanti visual di online harus seimbang dengan offline. Karena jika berbeda nanti tempat itu akan viral dan membuat wisatawan tidak berminat untuk berkunjung.
”Sampaikan informasi dan narasi benar-benar bisa dimengerti oleh wisatawan yang datang ke lokasi wisata di Karanganyar ini. Narasi yang dibangun bisa menyentuh kejiwaan mereka, menyentuh hingga hati, dan berkelanjutan. Hingga kedepan mampu menggetarkan wisatawan yang datang, dan nanti akan bisa berkelanjutan,” tegas bupati. (rud/adi) Editor : Damianus Bram