Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Subsidi Dicabut Pemerintah, Migor Curah di Karanganyar Mulai Langka

Damianus Bram • Kamis, 2 Juni 2022 | 01:42 WIB
PASANG SPANDUK: Salah satu distributor minyak goreng curah di Kota Karanganyar kehabisan stok. (RUDI HARTONO/RADAR SOLO)
PASANG SPANDUK: Salah satu distributor minyak goreng curah di Kota Karanganyar kehabisan stok. (RUDI HARTONO/RADAR SOLO)
KARANGANYAR – Menyusul pencabutan subsidi minyak goreng (migor) curah oleh pemerintah pusat, pedagang di Kabupaten Karanganyar mulai kesulitan mendapatkan stok. Aparat kepolisian hingga kodim gencar inspeksi mendadak untuk mencegah penimbunan.

Pedagang kelontong di Pasar Jungke, Karanganyar Mardiyati mengungkapkan, harga minyak goreng curah saat ini Rp 15.500 hingga Rp 16 ribu per kilogram (kg). Turun dari sebelumnya Rp 17.000 hingga Rp 18.000 per kg. Namun, pihaknya kini kehabisan stok.

”Kembali agak susah nyari minyak goreng curah. Kemarin saja ada pesanan, tapi ternyata barangnya tidak datang,” kata Mardiyati, Rabu (1/6).

Mardiyati menambahkan, biasanya dia mendapatkan pasokan minyak goreng curah dari salah satu distributor di wilayah Kecamatan Karanganyar. Dalam sekali pengiriman mendapatkan hampir 9 jeriken dengan kapasitas 17 Kg per satuannya.

”Ya kalau dicabut lagi kami terus terang kasihan pedagang kecil di desa-desa. Karena mereka nanti akan merasakan dampaknya langsung. Kalau untuk pedagang seperti kami tetap mengikuti kebijakan saja, kalau mahal dijual mahal. Kalau murah ya dijual murah,” ucapnya.

Senada diungkapkan pedagang Pasar Tegal Gede Karanganyar Suharni. Dia mengaku stok minyak goreng curah sudah habis. Sempat ada pembeli yang hendak memborong 2 jeriken, tapi stok miliknya minim.

”Karena stoknya kembali terbatas ya tidak saya izinkan, hari ini sebenarnya jadwal kulakan. Tapi stoknya tidak tahu apakah ada atau tidak,” paparnya.

Dari pantauan salah satu distributor minyak goreng curah di Karanganyar Kota, rata-rata juga kehabisan stok. Sejumlah pembeli terpaksa balik kanan karena tidak kebagian. Kodim 0727/Karanganyar juga turut memantau stok di pasar Tegalgede.

”Pengecekan dilakukan untuk mencegah para pelaku usaha melakukan penimbunan bahan sembako, terutama minyak goreng,” tegas Komandan Kodim 0727/Karanganyar Letkol Inf Ikhsan Agung W.

Kepala Bagian Perekonomian Setda Kabupaten Karanganyar Asih Handayani mengungkapkan, pihaknya masih akan menunggu aturan dari pemerintah pusat. Untuk saat ini, pemerintah bersama jajaran terkait seperti polres dan kodim gencar melakukan pengecekan warung, toko hingga distributor.

”Kami belum tahu kebijakannya nanti seperti apa, karena belum ada petunjuk teknis dari pemerintah pusat,” singkat Asih. (rud/adi/dam) Editor : Damianus Bram
#migor curah #Kodim 0727 Karanganyar #minyak goreng #Harga Migor Curah #Migor Curah Langka #Pasar Jungke